KERRY, NETANYAHU DAN ABBAS BAHAS GENCATAN SENJATA

John Kerry dan Netanyahu (Foto : ammonnews)
John Kerry dan Netanyahu (Foto : ammonnews)

Tel Aviv, 26 Ramadhan 1435/24 Juli 2014 (MINA) – Menteri Luar Negeri AS John Kerry menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu di markas angkatan bersenjata Israel di Tel Aviv, Rabu (23/7)  untuk membahas langkah-langkah guna mewujudkan gencatan senjata dengan pejuang Hamas.

“Kami sudah membuat beberapa langkah ke depan. Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Kerry tak lama setelah tiba di Yerusalem untuk bertemu Netanyahu dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang sudah tiba sebelumnya.

“Kerry di samping menemui Netanyahu, dijadwalkan pula bertemu dengan pejabat terkait untuk membahas upaya gencatan senjata,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, seperti diberitakan The Jeruslaem Post, yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis.

Kerry dijadwalkan bertemu dengan Sekjen PBB Ban dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah. Namun, juru bicara AS menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut apa isi pembicaraan tersebut.

Sebelumnya, pada hari Selasa (22/7), Kerry mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Mesir di Kairo, sementara Ban bertemu dengan para pemimpin di Yerusalem dan Ramallah.

Ban tidak menyebutkan usulan gencatan senjata seperti apa yang ditawarkan. Sementara Kerry mengatakan di Kairo bahwa proposal gencatan senjata yang dimediasi Mesir merupakan kerangka upaya untuk mengakhiri kekerasan.

John Kerry beserta rombongan mendadak ke Tel Aviv, sehari setelah serangan roket pejuang Hamas menggempur kawasan bandar udara (bandara) internasional Ben-Gurion, pada Selasa (22/7.

Akibat serangan mengejutkan itu, pihak penerbangan Israel mengeluarkan larangan 24 jam pada semua penerbangan Eropa dan AS ke dan dari Israel.

Bandara Alternatif

The Jewish Chronicle menyebutkan, setelah pengumuman larangan terbang bandara Ben-Gurion, Israel membuka bandara Uvda, dekat Eilat, sebagai alternatif sementara jalur penerbangan internasional.

Menteri Transportasi Israel Israel Katz memerintahkan pembukaan segera bandara kedua di dekat Eilat itu dilakukan setelah dikeluarkannya larangan penerbangan melalui bandara Ben-Gurion terkait masalah keselamatan.

Bandara Uvda, di utara Eilat, telah siap untuk menerima penerbangan internasional yang masuk dalam upaya untuk meringankan kekhawatiran dari maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Bandara alternatif ini awalnya merupakan bandara militer Israel, terletak sekitar 60 km utara kota Eliat, berbatasan dengan kawasan Taba, Aqaba, Mesir dan Yordania.

Nur Ikhwan Abadi, koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jalur Gaza melaporkan, para pejuang Palestina untuk pertama kalinya membuat sejarah dengan luncuran roket jenis M75 ke kawasan bandara international Ben-Gorion di Tel Aviv, jantung kota tanah jajahan Zionis Israel, pada Selasa (22/7).

“Jatuhnya roket di kawasan itu menyebabkan pihak penerbangan menghentikan aktivitasnya karena dianggap sangat berbahaya,” lapor Nur Ikhwan.

Ia juga melaporkan, Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, menyatakan penutupan  bandara itu merupakan kemenangan besar bagi pejuang Palestina.

Pengamat mengatakan, akibat larangan penerbangan itu, berdampak pada  menurunnya sektor pariwisata Zionis Israel.

Media setempat mengungkapkan, diperkirakan kerugian ekonomi sektor pariwisata internasional, mencapai 500 juta dolar AS (sekitar 6 triliun rupiah).

Sejumlah negara di dunia seperti Jerman, Perancis, Spanyol dan sejumlah negara Asia Timur menghentikan pernebangannya ke  Israel.

Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Israel menyatakan setidaknya 80 penerbangan dihentikan sejak selasa malam hingga Rabu. (T/R1/EO2).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0