Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menperin: Butuh 4 Juta Wirausaha Baru untuk Penguatan Ekonomi

Rendi Setiawan - Jumat, 23 November 2018 - 21:16 WIB

Jumat, 23 November 2018 - 21:16 WIB

0 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia membutuhkan sedikitnya 4 juta wirausaha baru untuk mendorong penguatan struktur ekonomi, mengingat saat ini rasionya di dalam negeri sekitar 3,1 persen dari total populasi penduduk.

“Agar Indonesia menjadi negara maju, pemerintah terus memacu pertumbuhan wirausaha termasuk industri kecil dan menengah (IKM), sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saingnya di era digital,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Jumat (23/11).

Menurutnya, meskipun rasio wirausaha di Indonesia sudah melampaui standar internasional, yakni 2 persen, namun perlu ditingkatkan lagi untuk mengejar capaian negara tetangga Singapura yang saat ini sudah mencapai angka 7 persen, sedangkan Malaysia berada di level 5 persen.

“Apabila dihitung dengan populasi penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa, jumlah wirausaha nasional mencapai 8,06 juta jiwa,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Perdagangan Indonesia-Israel, Kemenlu: Melalui Negara Ketiga

Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, Airlangga mengaku telah menggagas platform e-commerce bertajuk e-Smart IKM. Ini sebagai salah satu upaya strategis pemerintah membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace yang sudah ada di Indonesia.

“Revolusi Industri 4.0 memang sesuatu tantangan yang harus kita persiapkan dengan matang, misalnya melalui program pengembangan IKM berbasis digital,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejak diluncurkan pada Januari 2017 lalu, peserta yang telah mengikuti e-Smart IKM lebih dari 4.000 pelaku usaha dengan total omzet sudah mencapai Rp 1,3 miliar.

Selain program tersebut, Airlangga mengatakan, pemerintah juga telah menggulirkan program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif).

Baca Juga: Muhammadiyah Punya Komitmen Dukung Perbankan Syariah

Program Laku Pandai merupakan program dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

“Laku Pandai juga salah satu platform digital untuk jualan tanpa barang kelihatan, seperti voucher pulsa telepon atau listrik. Ini bisa menambah profit pelaku usaha kita,” katanya. (R/R06/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres Harapkan Peran Otonomi Daerah Majukan Ekonomi Syariah

Rekomendasi untuk Anda

MINA Preneur
MINA Preneur
Indonesia
Ekonomi