Menristek/Kepala BRIN akan memperkuat Ekosistem Riset dan Inovasi di Indonesia

Jakarta, MINA – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro kembali menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan restrukturisasi kementerian yang dipimpinnya.

Hal tersebut disampaikan Menristek saat perekaman video sambutan untuk ditayangkan pada Konferensi Eisenhower Fellowship (EF) Day di Wellington, Selandia Baru. Pengambilan video dilaksanakan pada Jumat (25/10) di Gd BPPT Jakarta.

“Environment riset dan inovasi yang ingin kita bangun  juga akan mendukung investasi, menciptakan banyak lapangan kerja, dan memperkuat UMKM,” kata Bambang pada Jumat (25/10) di Gedung BPPT Jakarta.

Bambang memastikan bahwa Kemenristek/BRIN, akan menyediakan ekosistem yang kondusif bagi pengembangan riset dan inovasi di Indonesia.

Menurutnya, sebagaimana Keputusan Presiden No. 113/P Tahun 2019 telah dibentuk Kemenristek/Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang merupakan perubahan dari Kemenristekdikti.

Ia juga mengucapkan apresiasi kepada panitia dan pengelola program Eisenhower Fellowship, yang diyakini dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan SDM unggul Indonesia sekaligus menguatkan penguasaan riset, teknologi dan inovasi Indonesia.

Lebih lanjut Bambang juga menekankan bahwa untuk mewujudkan cita-cita  penciptaan ekosistem penguatan riset, teknologi dan inovasi di Indonesia, Kemenristek/BRIN membuka seluas-luasnya kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder, baik dari unsur pemerintah, akademisi, swasta, media, dan sektor lain baik di tingkat nasional maupun internasional. (R/R10/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)