Menristekdikti Resmikan Zona Bisnis Teknologi

d3f0a875-883c-4d36-a10b-822063eee2b2
Menristekdikti Moh. Nasir saat meresmikan “Zona Bisnis Teknologi dan Kick off Inkubasi Bisnis Teknologi” di Gedung TBIC, Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), Serpong, Jumat (4/3). (Foto: Risma/MINA)

Tangerang, 25 Jumadil Awwal 1437/4 Maret 2016 (MINA) – Dalam rangka memberikan kontribusi untuk perekonomian, aspek pemanfaatan, komersialisasi, dan hilirisasi teknologi, Kemenristekdikti mendirikan “Zona Bisnis Teknologi dan Kick off Inkubasi Bisnis Teknologi” di Gedung TBIC, Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), Serpong.

Menteri Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat meresmikan Zona Bisnis Teknologi itu, Jumat (4/3), mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada dasarnya harus memberikan kemanfaatan yang sebesar besarnya bagi bangsa.

“Kontribusi iptek terhadap pembangunan ekonomi perlu menjadi prioritas seluruh pemangku kepentingan iptek, baik pemerintah, pelaku litbang, perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga penunjang dan masyarakat luas,” kata Nasir.

Acara peresmian itu dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, kepala LPNK, perguruan tinggi, perwakilan kementrian, kepala BUMN, serta asosiasi ini, didedikasikan untuk aktivitas penguatan inovasi berbasis teknologi hasil litbang.

Area ini diharapkan akan akan menjadi sentra kolaborasi para peneliti, perekayasa dan para pelaku usaha dalam menciptakan dan mengembangkan produk inovasi, yang selanjutnya dapat diproduksi massal dan dipasarkan secara luas.

“Kalau ini menjadi pusat bebasis teknologi dan berkembang kepada ekonomi maka akan kami buat pusat sejarah kawasan riset negara,”ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini Kemenristekdikti mendorong proses hilirisasi dan komersialisasi teknologi agar bisa melalui barbagai cara.

“Salah satunya dengan mengoptimalkan kembali atau merevitalisasi Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional,” imbuhnya.

Selain diarahkan untuk memperkuat aspek riset dan pengembangan teknologi, fungsi Puspiptek juga untuk memperkuat aspek hirilisasi dan komersialisasi serta bisnis teknologinya.

Salah satu upaya untuk memperkuat aspek hilirisasi hasil riset, dibuka Zona Bisnis Teknologi di Kawasan Puspiptek ini.

Ia berharap dengan keberadaan area ini akan lahir banyak perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) yang lahir dan berkembang melalui proses inkubasi bisnis teknologi yang dilakukan di fasilitas Technology Business Incubation Center (TBIC).

“Perusahaan-perusahaan ini jika sudah lulus nantinya akan menjadi bagian dalam pengembangan ekonomi daerah khususnya di wilayah Tanggerang Selatan, Bogor dan sekitarnya,” tambahnya.

Di samping itu, produk-produk inovasi yang strategis dan unggul, juga diharapkan akan muncul di kawasan Zona Bisnis Teknologi Puspiptek, melalui kolaborasi lembaga litbang dengan industri.

Zona Bisnis Teknologi Puspiptek ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat bagi IKM maupun industri yang akan mengembangkan bisnisnya di kawasan ini dan masih memerlukan sinergi dengan laboraturia di Puspiptek.

Dalam rangkaian peresmian Zona Bisnis Teknologi Puspiptek, juga sekaligus kick off kegiatan inkubasi bisnis teknologi yang dilakukan di gedung TBIC Puspiptek tahun 2016. Kegiatan inkubasi bisnis teknologi ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak PPBT yang tumbuh khususnya di zona ini.(L/ima/anj/R02)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)