Menteri Agama: LPPOM MUI Penting bagi Umat Islam

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Kurnia/MINA)

Jakarta, 26 Rabi’ul Akhir 1438/25 Januari 2017 (MINA) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa hadirnya Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) penting bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas umat Islam.

“Kehadiran LPPOM MUI selama 28 tahun ini menjadi penting mengingat kesadaran warga negara Indonesia, khususnya umat Islam untuk mengkonsumsi dan menggunakan produk yang baik dan dijamin kehalalannya semakin meningkat,” kata Lukman.

Dalam pidatonya pada Milad LPPOM MUI ke-28 di Gedung MUI, Menteng Jakarta, Rabu (25/1), Lukman menegaskan bahwa jaminan produk halal bagi umat Islam jelas sangat penting karena produk yang terjamin kehalalannya berpengaruh kepada terkabulnya doa, amalan solehan dan kesehatan.

Sebab itu, kata Lukman, sertifikasi halal produk baik berupa bahan maupun hasil olahan menjadi sangat penting bagi konsumen Muslim, terlebih lagi di era globalisasi perdagangan berbagai produk dari luar negeri yang mudah masuk ke Indonesia.

Lukman juga mengapresiasi langkah MUI melalui LPPOM MUI selama 28 tahun telah mempelopori proses sertifikasi halal di Indonesia. Selain itu, kiprah pelayanan LPPOM MUI di dalam negeri semakin meningkat.

“Dari mulai penyusunan Sistem Sertifikasi Halal (SSH) dan Sistem Jaminan Halal (SJH), dan telah diadopsi berbagai lembaga setifikasi halal luar negeri, sehingga menjadikan LPPOM MUI menjadi pelopor sertifikasi halal dan jaminan halal secara internasional.

Lukman menambahkan dengan prestasi tersebut, Kementerian Agama memberikan apresiasi dan penghargaan yang tulus kepada MUI dan LPPOM MUI beserta seluruh jajarannya.

Hadir dalam acara itu, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, Sekjen MUI Anwar Abbas, Mantan Mendiknas M Nuh, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Drs. Suratmono, dan puluhan tamu undangan lainnya. (L/R06/R03/RS3)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)