Menteri Agama Luncurkan Percetakan Perdana Mushaf Al-Quran Standar Indonesia

Bogor, 24 Muharram 1438/25 Oktober 2016 (MINA) – Kementerian Agama meluncurkan pencetakan perdana Mushaf Al-Quran Standar Indonesia yang dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Unit Pencetakan Al-Quran (UPQ) Ciawi-Bogor, Selasa (25/10).

Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan rasa syukurnya, pencetakan perdana Mushaf Al-Quran Standar Indonesia menjadi keinginan banyak kalangan sejak lama yaitu pencetakan Al-Quran dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, demikian siaran pers Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Ini tentu adalah saat yang bersejarah, Alhamdulillah negara hadir agar bagaimana kitab suci umat Islam yang merupakan agama mayoritas yang dipeluk oleh bangsa kita yang kemudian dicetak langsung oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama,” kata Menag.

Lukman mengatakan, keinginan pemerintah menerbitkan dan mencetak sendiri Al-Quran juga merupakan keinginan para pendahulu kita di Kementerian Agama.

“Dan saat ini, Alhamdulillah kita bisa merealisasikan keinginan itu,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Lukman juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran di Kemenag dan semua pihak yang telah berhasil menuntaskan proses pencetakan yang tidak sederhana dan panjang, sehingga bisa terealisasi.

“Tentu rasa syukur ini harus diimbangi dengan bagaimana kita bisa menjaga dan memelihara apa yang telah kita capai, sejujurnya saya sangat berbahagia,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman mengapresiasi dukungan dan dorongan Komisi VIII DPR RI yang sangat luar biasa. “Kita ketahui, semangat di Komisi VIII luar biasa dan keberadaan percetakan Al-Quran ini bagian dari kontribusi DPR RI yang terus ikut mengawal Kemenag,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI Fauzan Harun dalam sambutannya mewakili Ketua Komisi VIII menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama yang telah mempelopori pencetakan untuk menghindari pencetakan yang salah.

“Kalau pemerintah sudah mempelopori, berarti pemerintah hadir, siapa lagi kalau bukan Kemenag, kita percayakan kepada Kemenag sepenuhnya,” kata Fauzan Harun.

Fauzan juga mengapresiasi Kemenag yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya, diantaranya penyelenggaraan haji. Dan launching Al-Quran ini menjadi jawaban atas kritikan kepada Kemenag.

“Komisi VIII menyambut baik dan terus mendorong pemerintah hadir dan merespon dinamika masyarakat dan menghadirkan solusi dengan mengundang ulama dan tokoh,” kata Fauzan.

Hadir dalam peluncuran tersebut, Dirjen Bimas Islam Machasin, sejumlah pejabat Eselon II dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. (T/P011/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)