MENTERI AGAMA : PESANTREN ADALAH “JANTUNG” UMAT ISLAM

Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin saat berjabat tangan dengan Pengasuh Pesantren Darur Rahman KH Syukron Makmun, (Foto: Kemenag)
Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin saat berjabat tangan dengan Pengasuh Pesantren Darur Rahman KH Syukron Makmun, (Foto: Kemenag)

Jakarta, 3 Jumadil Akhir 1436/23 Maret 2015 (MINA)- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren, pada hakekatnya adalah jantung Islam Indonesia.

Oleh sebab itu, pihaknya berupaya untuk terus mengembangkan program-program yang mendukung agar pondok pesantren senantiasa tetap terjaga dan terpelihara keberadaannya.

“Kemenag akan terus menjaga agar pesantren tetap terjaga dan terpelihara,” kata Menag pada  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Darur Rahman, Jakarta, Ahad (22/03). Seperti siaran pers Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin.

Di hadapan ribuan santri pesantren itu, menteri juga menjelaskan, selama lima tahun periode pemerintahan ke depan, Kementerian Agama berkomitmen untuk melahirkan 10.000 santri penghafal Al-Quran.

“Jadi setiap tahun kita memiliki target, setidaknya terdapat 2.000 hafizd yang bisa dilahirkan dalam rangka bagaimana agar nilai-nilai Islam itu tetap bisa disebarluaskan,” kata Lukman.

Ia juga mengaku bersyukur dengan kondisi saat sekarang di mana pengembangan pondok pesantren  tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Agama saja, tetapi juga kementerian-kementerian yang lain.

Menurutnya, banyak kementerian yang saat ini juga memiliki program-program yang secara langsung maupun tidak langsung bersentuhan dengan pondok pesantren. Sebagai contoh, Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan beberapa kementerian lainnya.

“Itu juga memiliki program-program karena kami terus koordinasi terkait dengan implementasi dalam pelaksanan program-program tersebut,” ujarnya.

Lukman menambahkan, Kementrian Agama juga akan terus berupaya mengembangkan pondok pesantren di Indonesia agar bisa tetap lestari sebagai  sebuah lembaga pendidikan keagamaan.

Menteri juga menjelaskan, selama lima tahun ke depan, Kementerian Agama mencanangkan program 5.000 orang doktor, jadi 1.000 orang doktor setiap tahun.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Darur Rahman KH Syukron Makmun,  Wakil Walikota Jakarta Selatan Dengan, dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen As-Segaf. (T/P010/P2)

MI’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0