MENTERI AGAMA: SANTRI ITU TOLERAN, RENDAH HATI DAN CINTA TANAH AIR

Foto: Kemenag
Foto: Kemenag

, 5 Shafar 1437/17 November 2015 (MINA) – Hakim Saefuddin mengatakan, santri itu toleran, santri itu rendah hati, Santri itu cinta Tanah Air.

Penyataan tiga pesan tersebut disampaikan Lukman saat memberikan sambutan sekaligus membuka Gebyar Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Barat, Senin (16/11) pagi.

“Indonesia belum tentu menjadi Indonesia seperti sekarang ini tanpa kehadiran santri dan pondok pesantren,” kata Lukman. Sebagaimana siaran pers resmi Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Lukman mengatakan, selain menghargai jasa santri untuk bangsa ini, pencanangan HSN juga agar generasi mendatang dapat meneladani perjuangan para santri, kyai, dan pahlawan dalam memperkokoh ke-Islaman dan ke-Indonesiaan sekaligus.

“Islam Indonesia adalah Islam kita, yang menjunjung tinggi nilai luhur keindonesiaan,” kata Lukman menegaskan.

Menurutnya, santri Indonesia adalah mereka yang selalu mengembangkan nilai-nilai wasathiyyah (moderat),  tasammuh (toleran), tidak ekstrim, serta tawazzun (berimbang).

“Itulah nilai Islam yang diajarkan para guru kita. Kalaulah ada santri yang ekstrim, tentu itu bukan santri. Itu santri yang gadungan, santri produk instan,” ujar Lukman.

Ciri kedua, santri dikenal sebagai pribadi rendah hati, bukan rendah diri.  Setinggi apapun ilmunya, setiap santri dengan rendah hati selalu memiliki kesadaran tidak merasa paling benar.

“Seorang santri, semakin berisi semakin tawadhu, semakin menghargai perbedaan yang ada di pihak lain. Bukan sebaliknya, yang suka menyalah-menyalahkan dan mengkafir-mengkafirkan orang lain,” katanya.

Ciri ketiga, di manapun  berada,  santri selalu memiliki kesadaran cinta Tanah Air. Ketiga ciri ini, menurut Menag tidak bisa dipisahkan dari diri seorang santri. “Peganglah prinsip ini. Inilah ciri seorang santri,” pesan Lukman.

Gubenur Jabar Ahmad Heryawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran santri sangat signifikan untuk kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, sosok yang akrab disapa Aher ini mengaku akan terus memberikan keberpihakan kepada pesantren.

“Saatnya kita menghadirkan keberpihakan untuk pesantren dan santri,” kata Aher.

“Kami membangun ribuan kelas setiap tahun. Semua mendapat jatah yang sama, baik di bawah nanungan Kemenag maupun naungan Kemendikbud,”  tambahnya.

Pada kesempatan itu, Menag Lukman secara simbolik menyerahkan bantuan  beasiswa kepada 1024 santri, serta  Eco Pesantren Awards ke sejumlah pesantren di Jawa Barat.

Ribuan santri berkumpul di komplek Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang – Bandung. Mereka  hadir  untuk memeriahkan Gebyar Hari Santri Tingkat Provinsi  yang digelar Kanwil Kemenag Jawa Barat. (T/P010/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0