Menteri Bappenas: BJ Habibie Melihat Ekonomi Melalui Jam Kerja

Jakarta, MINA –   Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan,  Pandemi Covid-19 telah membuat resesi ekonomi di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia.

Dampaknya juga mempengaruhi berjalannya proyek-proyek strategis nasional, karena pemerintah saat ini fokus pada penanganan pandemi tersebut.

“Saat ini pemerintah mulai menata kembali proyek-proyek strategis nasional, terutama yang mampu memulihkan perekonomian negara,” kata menteri dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) dengan tajuk Tribute To Habibie Masa Depan Proyek Strategis Nasional, Membangun Kembali Sains dan Tekonologi, pada Sabtu (27/6), di Jakarta.

Kebijakan lockdown selama masa penanganan pandemi Covid-19 mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melambat di berbagai negara sampai dengan Mei 2020. Namun, dengan adanya relaksasi tren mulai membaik.

“Saat ini tren mulai berbalik dengan banyak negara mulai merelaksasi aturan pembatasan aktivitas ekonomi,” ujar Suharso, demikian keterangan pers yang diterima MINA.

Pandemi ini juga mengubah arah kebijakan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menjadi ekonomi digital, dimana seluruh kegiatan memanfaatkan teknologi digitalisasi. Digitalisasi di aspek-aspek kehidupan masyarakat dan praktik dunia usaha sebagai langkah adaptasi pada kebiasaan baru dan ketahanan yang lebih baik.

Tak hanya itu, Menteri Suharso juga menyampaikan soal jam kerja masyarakat dalam perekonomian negara. Seperti diketahui bahwa pandemi menyebabkan jam kerja menjadi berkurang sehingga perekonomian menjadi lesu.

“Jam kerja adalah cara Pak Habibie melihat ekonomi, kalau kita bicara sesuatu yang menghasilkan itu kita bicara jam kerja, artinya apabila kita menganggur jam kerjanya nol dan tidak berproduksi,” ungkapnya.

“Contoh, kalau kita impor barang artinya jam kerja kita direbut oleh orang yang mengirim barang itu ke kita, begitupula sebaliknya dengan ekspor. Seperti kita ketahui di masa pandemi ini jam kerja banyak yang hilang dan harus dikembalikan,” tambah Suharso.

Setiap orang harus memiliki sesuatu yang dapat dihasilkan agar ia berguna. Seperti ungkapan BJ Habibie bahwa Indonesia perlu SDM yang unggul dan berkualitas agar Indonesia bisa bersaing dengan dunia luar.(R/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)