Gaza, MINA – Menteri Keuangan sayap kanan Israel Bezalel Smotrich kembali menyerukan reokupasi (penjajahan kembali) Jalur Gaza dan pembentukan administrasi berbasis militer.
Hal ini memicu kritik dari pemimpin oposisi Yair Lapid yang menolak proposal tersebut sebagai “fantasi.”
Menurut surat kabar Israel Maariv, yang dikutip Rabu (18/2) Smotrich mengatakan, tujuannya harus menduduki Gaza, membentuk pemerintahan militer, membangun pemukiman Israel di Jalur Gaza, dan mendorong migrasi sukarela penduduk Gaza.
Menanggapi hal ini, Lapid mengatakan kepada Maariv bahwa “Smotrich hidup dalam fantasi,” menambahkan bahwa ia merasa terdorong untuk “memperjelas realitas, karena menteri tampaknya tidak memahaminya.”
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Lapid menyebut, ada 30.000 pejuang Hamas di Gaza dan apa yang disebut Dewan Perdamaian mencakup Türkiye dan Qatar. Ia menambahkan bahwa badan pemerintahan teknokratis untuk Gaza, yang disetujui oleh pemerintah Israel, dalam praktiknya berada di bawah kendali Otoritas Palestina.
Ia lebih lanjut menyatakan, personel Otoritas Palestina hadir di perbatasan Rafah, membubuhkan stempel paspor mereka yang memasuki Gaza dengan stempel resmi PA, menggambarkan ini sebagai realitas di lapangan.
“Saya tidak masalah dengan Smotrich hidup dalam dunia imajinasi; imajinasi itu sah, tetapi mengapa menyajikannya di media?,” ujar Lapid.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic