MENTERI INGGRIS DESAK BURMA ATASI AKAR PENYEBAB KRISIS ROHINGYA

Menteri Inggris untuk Asia, Hugo Swire  (Foto: IINA)
Menteri Inggris untuk Asia, Hugo Swire (Foto: IINA)

London, 2 Sya’ban 1436/ 20 Mei 2015 (MINA) – Pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris untuk Kawasan Asia, Hugo Swire mendesak Burma (Myanmar) agar bertindak cepat untuk mengatasi akar penyebab krisis kemanusiaan ribuan Rohigya yang terdampar di beberapa negara Asia Tenggara, British Foreign & Commonwealth Office, melaporkan.

Dalam pertemuan dengan duta besar Burma di London, Swire mendesak Burma untuk berbuat lebih banyak dalam mengatasi penyebab krisis, dan membuka akses kemanusiaan di negara bagian Rakhine.

“Kuurangnya warga Rohingya memperoleh hak-hak dasar, membuat mereka akhirnya melakukan perjalanan laut berbahaya dari Burma ke negara-negara lain di wilayah itu,” ujarnya.

Swire juga meminta Burman untuk bekerjasama dengan pemerintah Thailand, Malaysia, Indonesia dan mitra regional lainnya untuk mengatasi masalah kemanusiaan yang mendesak. Dalam kaitan itu, Inggris juga mengirim seorang wakil senior untuk mengadakan rapat koordinasi regional di Thailand.

“Kami sangat prihatin tentang ribuan orang terapung di Laut Andaman dan Selat Malaka dengan persediaan terbatas makanan, air dan bahan bakar, ” katanya, rilis International Islamic News Agency (IINA) yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Ada masalah kemanusiaan yang mendesak, yang perlu ditangani dalam respon regional yang komprehensif,” tambahnya.

Tetapi juga penting bahwa Burma mengambil kesempatan ini untuk mengatasi masalah jangka panjang yang terletak pada akar masalah, yaitu kondisi putus asa di mana masyarakat Rohingya yang tinggal di negara bagian Rakhine.

Untuk ketiga kalinya dalam beberapa pekan, nelayan Provinsi Aceh, Indonesia, menyelematkan ratusan imigran Rohingya di Perairan Aceh, Rabu dini hari (20/5).

Perahu migran yang mengangkut sekitar 374 tersebut ditemukan di perairan Kabupaten Aceh Timur setelah terapung-apung di Selat Malaka, mereka terdiri dari anak-anak, wanita, remaja dan juga kaum pria dewasa. Para imigran itu terlihat lemah dan ada yang jatuh sakit.

Sebelumnya, dua gelombang imigran di pantai utara dan timur Aceh juga ditolongoleh Nelayan setempat. Pada Ahad (10/5), lebih dari 500 pengungsi Rohingya dan  Bangladesh diselamatkan oleh nelayan Aceh Utara. Pada Kamis (14/5), sekitar 600 migran dari asal yang sama kembali diselamatkan oleh nelayan Aceh Utara. (T/P005/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0