Katz menegaskan bahwa pemerintah Israel saat ini tidak memiliki kebijakan untuk mengembalikan pemukiman Yahudi ke Gaza, wilayah yang secara resmi telah ditinggalkan Israel sejak penarikan sepihak pada tahun 2005. Ia menyebutkan bahwa pernyataannya sebelumnya disalahartikan dan tidak dimaksudkan sebagai arah kebijakan resmi negara.
“Saya ingin memperjelas bahwa tidak ada rencana untuk membangun kembali permukiman Israel di Jalur Gaza,” ujar Katz dalam pernyataan resminya, seperti dikutip media setempat.
Sebelumnya, pernyataan Katz memicu reaksi luas, baik di dalam negeri Israel maupun di tingkat internasional. Sejumlah pengamat menilai komentar tersebut berpotensi memperkeruh situasi, terutama di tengah agresi militer Israel yang masih berlangsung di Gaza dan meningkatnya tekanan global agar Israel menghormati hukum humaniter internasional.
Jalur Gaza hingga kini tetap berada di bawah blokade Israel sejak Hamas mengambil alih kendali wilayah tersebut pada 2007.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Setiap wacana terkait pemukiman kembali Israel di Gaza dinilai sensitif dan berpotensi melanggar berbagai resolusi internasional yang menegaskan status Gaza sebagai wilayah Palestina.
Pernyataan klarifikasi Katz muncul di tengah kekhawatiran komunitas internasional terhadap kemungkinan perubahan kebijakan Israel yang dapat memperpanjang konflik dan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza, yang telah menelan ribuan korban jiwa dan menyebabkan kehancuran infrastruktur sipil secara luas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic