MENTERI ISRAEL: EVAKUASI PEMUKIM BUKTI HAMAS MENANG

Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Amir Peretz (Photo: Tess Scheflan)
Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Amir Peretz (Photo: Tess Scheflan)

Gaza, 10 Syawal 1435/6 Agustus 2014 (MINA) – Menteri Perlindungan Lingkungan Israel Amir Peretz mengatakaban bahwa hengkangnya sejumlah pemukim Israel dari wilayah permukiman Jalur Gaza meerupakan bukti kemenangan Hamas melawan agresi pasukan zionist di wilayah Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama empat pekan.

Peretz, seperti yang diberitakan MEMO dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) mengatakan, dalam wawancara dengan koresponden radio Israel Nissim Keinan Ahad, pemerintah harus mendukung kegiatan ekonomi dan maalah keamanan di wilayah permukiman di dekat Jalur Gaza.
Sementara itu, Keinan melaporkan banyak warga takut untuk kembali ke pemukiman kibbutz yang dekat Gaza karena perlawanan rudal Palestina.

Saluran Dua Israel baru-baru ini melaporkan 90 persen warga sekitar Jalur Gaza meninggalkan rumah-rumah mereka sejak awal operasi darat Israel di tengah meningkatnya kekhawatiran operasi Hamas melawan Israel melalui terowongan lintas perbatasan. Amir Peretz mengatakan pemukim yang melarikan diri dari permukiman tetangga Jalur Gaza kut mendorong kemenangan di pihak Hamas.
Tentara Penjajah Zionis Israel menarik pasukannya dari perbatasan Jalur Gaza pada Selasa (5/8), menyusul kesepakatan gencatan senjata 72 jam yang dimulai pada pukul 08:00 pagi waktu setempat.

Sebelum gencatan senjata diberlakukan, Zionis Israel terus melakukan serangan ke beberapa lokasi di Jalur Gaza yang hingga hari ini telah menewaskan 1.865 warga Palestina dan melukai 9.563 lainnya.

Serangan kembali dibalas para pejuang Palestina yang mengenai pusat kota Israel dan beberapa lokasi lain seperti Ashdod, Ashkelon, Kiryat Malachi, Gan Yavne, Ma’ale Adumim, area Shfela, Rishon LeZion and Rehovot.
Penarikan pasukan itu dilakukan menyusul janji Zionis Israel ketika menyetujui gencatan senjata yang diajukan Mesir.

“Jika gencatan senjata berlangsung, tidak akan ada artinya untuk melanjutkan keberadaan tentara Israel di Jalur Gaza,” kata seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya.

Pada Selasa dini hari, Gerakan perlawanan di Palestina menyepakati usulan gencatan senjata yang diajukan Mesir selama 72 jam mulai pukul 8 pagi waktu Gaza, koresponden MINA melaporkan.

“Kami telah mengirimkan pesan kepada ketua intelijen Mesir bahwa Hamas menyepakati gencatan senjata 72 jam yang diajukan Mesir,” kata Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri.

Dalam wawancaranya dengan Televisi Al-Aqsha, Abu Zuhri menyatakan Hamas menyepakati gencatan senjata dengan syarat pasukan penjajah Zionis Israel ditarik seluruhnya keluar dari perbatasan Jalur Gaza.

Abu Zuhri mengungkapkan delegasi Hamas akan bertemu di Kairo untuk menyepakati gencatan senjata permanen dengan syarat penghentian semua serangan Zionis Israel terhadap Gaza, di samping membuka blokade terhadap Gaza secara penuh baik di darat, laut, mau pun udara terutama di perbatasan-perbatasan.

Kemudian mengizinkan bahan-bahan bangunan untuk masuk serta menyelesaikan masalah lainnya seperti terbatasnya aliran listrik yang selama ini mendera Gaza.(T/P08/EO2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0