Menteri Israel: Perang Secara Luas Akan Terjadi di Gaza

Tel Aviv, MINA – Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan pada Kamis (26/7) mengatakan, tidak ada solusi yang tepat untuk Gaza dan tidak dapat mengubah realitas saat ini kecuali perang.

“Kami sepertinya sudah mendekati untuk melakukan pertempuran dengan Hamas dan itu situasi yang harus dilalui oleh tentara Israel. Pertempuran juga akan terjadi secara luas,” katanya.

Erdan menyampaikan rencana perang dengan Hamas itu saat wawancara dengan stasiun radio Ibrani “Kan”. Perang tidak dapat ditunda lagi setelah sempat tertahan selama empat tahun. Sirine perang akan segera berbunyi di malam hari dan anak-anak harus lari ke tempat penampungan.

“Jika Hamas tidak mengerti, kami harus kembali ke operasi militer yang tidak akan berhenti sampai mereka membayar harga yang sama yang mereka bayarkan pada tahun 2014 dan bahkan lebih,” katanya seperti dikutip dari Ramallah News.

Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah mengumumkan pada Kamis (26/7) pagi, meningkatkan kesiapannya hingga tingkat maksimum dan semua pejuangnya dimobilisasi di mana-mana, setelah kematian tiga anggotanya dalam pengeboman Israel pada Rabu (25/7) malam.

Tentara pendudukan Israel mengklaim bahwa sembilan roket ditembakkan dari Jalur Gaza, sebagian besar jatuh di daerah terbuka dekat pagar pemisah di perbatasan Gaza, dan sistem antirudal Iron Dome dapat mencegat salah satu dari serangan roket.

“Akan ada lebih banyak putaran kekerasan sampai kami mencapai salah satu dari dua solusi – gencatan senjata, penyelesaian ekonomi kemanusiaan, pemburukan dan operasi militer skala besar,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Air Yuval Steinitz, selama wawancara dengan Ynet.

“Kami tidak tertarik dengan perang, tetapi tentu saja kami tidak akan terhalang dan melakukan apa yang diperlukan. Saya pikir bahwa di satu sisi Hamas memahami bahwa mereka telah dipukul dan akan menerima pukulan lebih lanjut,” kata Steinitz.

“Lebih kuat, mereka selalu mengancam, tetapi mereka sendiri takut dan merasa terancam,” katanya pula.

Mengenai kemungkinan operasi militer berskala besar, dia berkata, “Jika tidak ada jalan keluar, kami akan memulai operasi besar yang akan disertai dengan pukulan keras ke Hamas. Kami lebih suka mencapai penyelesaian, tetapi kami menanggapi dengan tegas untuk pencegahan.”

Sementara itu, mantan menteri peratahanan Israel Moshe Yaalon mengatakan dalam sebuah wawancara dengan situs “Kan”, apa yang dilakukan pada akhir pekan adalah benar untuk mendapatkan harga dari Hamas karena memfasilitasi fenomena balon dan pembakaran layang-layang.

“Jika langkah yang diambil terhadap Hamas tidak berkontribusi untuk menghentikannya, langkah lain harus diambil, tetapi perang harus menjadi solusi terakhir,” katanya.

Perlua dicatat bahwa pernyataan-pernyataan ini datang setelah ketegangan dan eskalasi keamanan pada Rabu (25/7) malam, setelah tewasnya seorang tentara Israel dan terluka parah, serta gugurnya tiga anggota Al-Qassam oleh penembakan Israel. (T/B05/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)