Menteri Jerman Kecam Lambannya Internasional Bantu Pengungsi

Amman, 4 Muharram 1438/5 Oktober 2016 (MINA) – Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Gerd Mueller mengecam kelambanan dunia internasional dalam membantu pengungsi.

Pernyataan Mueller terkait adanya puluhan ribu pengungsi Suriah yang terus terlantar di jalur gurun terpencil di perbatasan dengan Yordania.

Lebih dari 75.000 pengungsi Suriah terjebak di perbatasan tanpa bantuan medis, sedikit makanan dan air, tempat tinggal yang tidak memadai. Sementara otoritas Yordania menolak untuk membantu para pengungsi.

Mueller yang berbicara dalam tur proyek Jerman untuk mendanai pengungsi di Yordania, mendesak lebih banyak negara untuk meningkatkan bantuannya terhadap jutaan pengungsi Suriah.

Dia mengatakan bahwa permintaannya itu terutama diarahkan kepada dunia Arab, seperti Qatar.

Sekitar 5 juta warga Suriah telah menyelamatkan diri dari perang saudara sejak 2011, sebagian besar menetap di Yordania, Turki dan Lebanon.

Pada bulan Juni, pemerintah Yordania menyegel perbatasannya dengan Suriah setelah bom mobil meledak di perbatasan utara negara itu. Penutupan itu membuat ribuan warga Suriah tanpa akses rutin kepada makanan, air dan obat-obatan.

Mueller mengatakan penderitaan mereka “adalah skandal” dan dunia harus membantu mereka.

Pada hari Selasa (4/10), seorang bayi di kamp darurat meninggal sebagai akibat dari kurangnya perawatan kesehatan.

“Situasi kemanusiaan sangat buruk, kondisi anak-anak khususnya sangat buruk. Hampir tidak ada makanan atau susu bisa diminum,” kata Abu Mohammed, seorang pengungsi di kamp Al-Rukban kepada The New Arab yang dikutip MINA.

Kamp Al-Rukban kebanyakan dihuni oleh pengungsi Suriah asal Palmyra.

“Banyak orang yang tewas. Mereka hanya mendistribusikan beras dan lentil, satu kilo kurma kering, tapi itu semua hanya selama sebulan penuh, tapi setelah itu mereka tidak memberi kami apa-apa. Kondisi di antara orang-orang di Rukban di bawah nol,” ujar Mohammed. (T/P001/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)