Menteri Keamanan Israel: Vaksin Corona Untuk Petugas Penjara Dulu

Yerusalem, MINA – Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Amir Ohana mengeluarkan keputusan untuk belum memberikan vaksin Corona kepada tahanan Palestina pada periode ini, tapi hanya   diberikan untuk petugas penjara saja.

“Semua tahanan Palestina akan menerima vaksin setelah petugas keamanan di penjara mendapatkan vaksin,” katanya, lapor Safa yang dikutip MINA, Ahad (27/12).

Keputusan itu diambil setelah rumor yang menyebar, bahwa administrasi penjara bermaksud untuk mulai memvaksinasi narapidana keamanan pada tahap ini.

Menurut Prisoners and Executives Affairs Authority, jumlah total infeksi virus Corona di antara narapidana mencapai 140 orang.

Presiden organisasi urusan tahanan Palestina, Qaddoura Fares, menganggap pendudukan Israel bertanggungjawab penuh atas kehidupan dan nasib para tahanan.

Fares mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, “Keputusan rasis ini adalah pelanggaran baru yang menambnah daftar panjang pelanggaran hak tahanan atas perawatan, dan bukti baru tentang apa yang dipraktikkan oleh otoritas pendudukan Israel dengan semua aparat mereka untuk kejahatan kelalaian medis yang disengaja dan pembunuhan lambat terhadapnya.

Dia memperbarui tuntutannya kepada komunitas internasional untuk mewajibkan pendudukan memberikan perawatan yang diperlukan bagi para tahanan, dan meminta pertanggungjawaban atas kejahatan sistematis yang berkelanjutan.

Dia menegaskan, pada saat umat manusia menghadapi pandemi Corona, Israel melanjutkan kebijakan rasisnya, karena telah mengubah epidemi menjadi alat penindasan dan pelecehan terhadap para tahanan, dan bukannya memberikan tindakan pencegahan yang diperlukan bagi mereka.

Israel juga melakukan penangkapan sistematis yang terus berlanjut, yang mempengaruhi ratusan warga, termasuk orang tua dan yang terluka, anak-anak juga wanita.

Sebelumnya, klub Al-Asir menyerukan komite medis netral, dengan partisipasi Palang Merah Internasional, untuk mengawasi dan memantau proses vaksinasi narapidana dengan virus Corona.

Para tahanan menghadapi serangkaian tindakan represif meskipun epidemi terus menyebar, termasuk penempatan mereka dalam isolasi ganda. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)