Menteri Kesehatan Sudan : Persediaan Obat Semakin Menipis

Khartoum, MINA – Menteri Kesehatan Republik Sudan, dr. Akram Ali Toum, mengungkapkan persediaan obat penanganan Covid-19 di seluruh Sudan, yang dimiliki pemerintah di Ibu kota Khartoum hingga di Provinsi  lainnya, semakin, menipis, bahkan ada beberapa obat-obatan esensial telah habis.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konfrensi pers seputar Update Covid-19 dan penanganannya di seluruh Sudan, Kamis malam (30/4). di Khartoum.

Menteri mengatakan, semua pemangku kebijakan dan instansi pemerintahan mengkhawatirkan perkembangan Covid-19 di Sudan yang makin meningkat.

Ia juga mengatakan, banyak yang ragu dengan statement-nya  kemarin bahwa alat kesehatan yang kita miliki seperti masker, APD (Alat Pelindung Diri), dan lain-lain hanya cukup untuk 14 hari ke depan. “Silahkan anda cek sendiri di gudang yang kami miliki,” katanya.

Sementara itu dia mengajak seluruh produsen lokal obat-obatan untuk melakukan pembicaraan bersama terkait HET yang lebih adil dan wajar terutama di tengah kondisi pandemi covid-19 ini. “Dan kami mengapresiasi sikap yang telah dikeluarkan oleh Serikat Apoteker, Dinas Apotek dan semua pihak yang menolak pemberlakuan HET obat-obatan yang terlampau mahal,” katanya.

Menteri Kesehatan selanjutnya mengungkapkan, akan segera mengadakan ratas dengan Kementerian Keuangan, Bank Sudan, Kementerian ESDM  dan Kementerian Perdagangan  & Industri untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat di tengah terpaan krisis ekonomi dan pandemi Covid-19.

Selain itu permasalahan Covid-19 harus diselesaikan  dengan bergotong royong antara unsur-unsur pemerintah dan seluruh elemen warga kita bisa menghadapi peperangan ini. Ditambah harus disiplin dalam menerapkan semua protap darurat Covid-19, dari mulai physical distancing, larangan berkumpul dan bepergian dan lainnya.

Hingga Kamis, malam (30/4) telah ditemukan kasus sebanyak  67 orang positif terbaru,  sehingga  positif menjadi 442 orang, sementara 39 wafat dan 31 sembuh.

Kmenterian Kesehatan Sudan juga mengumumkan bahwa Covid-19 sudah menyebar di 13 Provinsi di Sudan. (L/B02/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)