Menteri Pertahanan Negara ASEAN Lakukan Pertemuan di Singapura

Singapura, MINA – Menteri Pertahanan (Menhan) se-ASEAN termasuk Menhan RI Ryamizard Ryacudu beserta rombongan menghadiri Pertemuan Menteri Pertahanan Negara-negara ASEAN atau 12th ASEAN Defence Minister’s Meeting (ADMM) yang berlangsung di Singapura, Jumat (19/10).

ADMM ke-12 kali ini mengangkat konsep “Strengthening Cooperation, Building Resilience”. Demikian keterangan tertulis Kemenhan RI yang dikutip MINA.

Pertemuan yang berlangsung tanggal 19-20 Oktober 2018 itu dihadiri 10 negara anggota ADMM yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Philipina, Laos, Kamboja, Myanmar dan Vietnam. Serta 8 (delapan) negara mitra yang tergabung dalam ADMM Plus, yakni Australia, China, Amerika, Jepang, India, Selandia Baru, Rusia dan Korea.

ADMM-Plus merupakan bentuk perluasan kerja sama Pertahanan ADMM dengan melibatkan  8 (delapan) negara mitra ASEAN, yakni Amerika Serikat, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Republik Korea (ROK), Selandia Baru, India, dan Rusia.

Baca Juga:  Warga Swedia dan Belanda Demo Kecam Agresi Zionis Israel di Gaza

Pertemuan itu antara lain membahas tentang perkembangan hubungan bilateral dan multilateral dari masing-masing negara, isu-isu regional, kontra terorisme, penanggulangan bencana, Laut China Selatan dan lainnya.

Menhan Ryamizard berharap konsep yang disampaikan dalam ADMM ini juga dibahas pada level para Panglima TNI (ACDFM), secara rinci dengan waktu yang cukup. Dengan maksud agar didapatkan masukan yang komprehensif sebelum konsep ini maju ke tahap lebih lanjut untuk dibahas mendalam sesuai sirkulasi ADSOM/ADSOM WG.

Selain itu Menhan berharap pertemuan kali ini akan membuahkan hasil yang positif yang akan berguna bagi keamanan di kawasan yang pastinya juga akan mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan ini Menhan RI yang didampingi perwakilan dari TNI, Polhukam, dan Kemlu direncanakan akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara seperti Singapura, China, Rusia, Amerika dan Malaysia.(T/R04/B05)

Baca Juga:  PBB: Sekitar 45.000 Warga Rohingya Mengungsi dari Rakhine

Mi’raj News Agency (MINA)