TURKI HARUSKAN ISRAEL MINTA MAAF DAN KOMPENSASI UNTUK PULIHKAN HUBUNGAN

Mavi Marmara ship returns to Istanbul.
Dok: MINA

Ankara, 6 Rabi’ul Awwal 1437/18 Desember 2015 (MINA) – Turki mengajukan syarat-syarat yang harus dipenuhi Israel untuk memulihkan hubungan kedua negara pasca penyerbuan Israel pada kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang berlayar menuju Jalur Gaza, yang meminta korban warga Turki tahun 2010 lalu.

Dalam perundingan rahasia antara kedua negara yang sedang berlangsung di Swiss, Turki mempersyaratkan Israel harus minta maaf, memberi ganti rugi pada keluarga korban, dan ekpsor gas Israel ke Turki.

Menteri Energi Turki, Berat Albayrak, menegaskan pemulihan hubungan dengan Israel harus terkait dengan pencapaian tiga kondisi yang telah digariskan. Demikian MEMO yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jumat.

Menurut surat kabar Turki Haberturk, Albayrak mengatakan, “Tidak akan ada hubungan normal dengan Israel sebelum kondisi ini terpenuhi”.

Pejabat yang dekat dengan Perdana Menteri Turki itu menyatakan,  “kesepakatan masih belum tercapai; pertemuan sedang berlangsung dan berjalan dengan baik”.

Sebelumnya kemarin Kamis (18/12),sumber-sumber diplomatik Turki menyatakan pembicaraan Turki dan Israel untuk memulihkan hubungan bilateral antara kedua negara tersebut terus berlangsung.

Seorang pejabat Israel mengumumkan kemarin Kamis, Israel dan Turki mencapai apa yang disebut “pemahaman” untuk normalisasi hubungan antara kedua negara itu.

Sumber setempat Israel, mengatakan kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan rahasia di Swiss. Perjanjian tersebut meliputi, Israel harus membayar kompensasi kepada keluarga korban di kapal Turki, pertukaran delegasi antara kedua negara, dan mulai berbicara mengenai ekspor gas ke Turki.

Dia menambahkan, “Sesuai dengan kesepakatan awal, Israel akan membayar kompensasi finansial untuk keluartga 10 orang korban warga Turki akibat penyerbuan pasukan angkatan laut Israel kapal kemanusiaan Mavi Marmara. (T/P002/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)