MER-C Apresiasi Kader Al-Fatah Sebagai Relawan RS Indonesia di Gaza

Saat penyambutan relawan Rumah Sakit (RS) Indonesia (foto: MINA)
Saat penyambutan tiga relawan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Kantor Pusat MER-C, Jakarta, 17 Februari 2016. Kiri-Kanan: Karidi, Miyanto, Edy Wahyudi, Faried Thalib, Arief Rachman. (Foto: MINA)

Jakarta, 9 Jumadil Awwal 1437/ 17 Februari 2016 (MINA) – Dua Presidium Lebaga Kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), memberikan sambutan dan apresiasi kepada para Mujahid Al-Fatah yang telah melakukan tugasnya dengan baik sebagai relawan yang membangun Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Palestina.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Mujahidin Al-Fatah kususnya Ir. Edy Wahyudi (Site Manager RS Indonesia, red), Karidi dan Miyanto serta 14 mujahid lainnya seperti Nur Ichwan Abadi dan kawan-kawan, yang paling menonjol yaitu perjuangan untuk menuntaskan pembangunan RS Indonesia,” kata Ir. Faried Thalib, Presidium MER-C di Kantor Pusat MER-C Jakarta, Rabu (17/2) sore.

Menurutnya pembangunan RS Indonesia di Gaza dengan total dana senilai Rp126 miliar murni diperoleh dari sumbangan rakyat Indonesia tanpa bantuan asing itu merupakan sebuah prestasi yang sangat besar, sebab pekerjaannya sangat berpacu pada waktu yang begitu sulit dan berat dengan mengorbankan fisik juga kesabaran yang besar.

“Subhanallah dengan bantuan para relawan, Alhamdulillah, RS Indonesia sudah bisa beroperasi, ini semua atas kehendak Allah. Ini adalah sebuah prestasi yang sudah jelas betul-betul interprestasinya, manajemennya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Ia juga mendoakan semua relawan apa yang telah dikerjakan semoga kebaikannya dibalas di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Presidium MER-C lainnya, Dr. Arief Rachman juga mengatakan ucapan terima kasih kepada anggota keluarga relawan yang telah mengihklaskan suami atau anaknya untuk mengemban amanah ke daerah perang Gaza yang terblokade.

Arief sangat bersyukur saat menyambut kepulangan para mujahid karena saat pengiriman para relawan pada 2014 ke Gaza, kodisi saat itu saat peperangan masih mengguncang daerah kantong Palestina berbatasan dengan Mesir itu.

“Kegembiraan yang di luar dugaan kami adalah ketika kepulangan semua relawan ke tanah air dengan selamat, kecuali dua relawan yang sedang melanjutkan pendidikannya di Universtas Islam di Gaza, bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” tambahnya.

Tiga relawan MER-C asal jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia, yaitu Ir. Edy Wahyudi, Karidi dan Miyanto, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (16/2), pukul 22.40 WIB, setelah melakukan penerbangan dari Kairo dan sempat transit di bandara Abu Dhabi.

Kepulangan mereka sempat tertunda beberapa lama karena menunggu dibukanya pintu perbatasan Rafah. Sementara dua relawan lainnya, yaitu Reza Aldilla dan Muhamad Husein masih berada di Jalur Gaza.

Pembangunan RS Indonesia dimulai dengan total dana senilai Rp126 miliar  itu murni diperoleh dari sumbangan rakyat Indonesia tanpa bantuan asing.

RS Indonesia yang mulai dibangun Januari 2009 oleh Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Resque Committee) dengan relawan dari Ponpes Al-Fatah Indonesia dapat memberikan yang terbaik persembahan rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza.

RS Indonesia telah diserahterimakan dan dikelola oleh Kementerian Kesehatan Palestina sejak Desember 2015.

RS Indonesia menempati lahan seluas 16.261 meter persegi, merupakan wakaf pemerintah Palestina. Luas bangunan sekitar 10.000 meter persegi.

Rumah sakit itu terdiri dari dua lantai dan ruang bawah tanah. RS Indonesia memiliki 90 ruang rawat inap, 10 ruang instalasi gawat darurat, satu laboratorium, satu ruang radiologi, dan sepuluh ruang perawatan insentif berkapasitas 100-150 pasien.
Fasilitas Rumah Sakit Indonesia di Gaza cukup lengkap, antara lain meliputi aneka peralatan medis canggih seperti alat bedah ortopedi dan CT Scan.(L/hna/R05)

 

Mi’raj Islamic New s Agency (MINA)