MER-C Kutuk Serangan Israel, RS Indonesia di Gaza Terkena

Jakarta, MINA – Lembaga Kemanusiaan Kegawatdaruratan Medis MER-C mengutuk serangan Israel ke Jalur Gaza yang antara lain menimbulkan kerusakan pada RS Indonesia di sana, yang dibangun atas inisiasi MER-C.

“Tadi malam kita mendapat informasi yang mengenaskan. Salah satu ruangan RS Indonesia mengalami kerusakan akibat serangan  Israel. Saya menyatakan aksi ini adalah aksi yang patut dikutuk karena sama-sama kita ketahui rumah sakit ini dibangun bukan dalam waktu semalam, rumah sakit ini dibangun bukan dengan anggaran yang didapatkan dengan mudah,” ujar dr. Sarbini Abdul Murad dalam konferensi pers, Rabu (12/5).

“Rumah Sakit ini berdiri dengan dana yang dikumpulkan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari masyarakat miskin sampai kaya dan tidak mudah mengumpulkan dana itu. Kemudian kami juga mengirim tim engineering serta tukang untuk membangun rumah sakit ini selama bertahun-tahun sehingga rumah sakit ini menjadi simbol hubungan yang emosional, yang begitu pribadi, simbol hubungan bersejarah antara Indonesia dengan Palestina,” katanya.

“Selanjutnya kami juga harus memastikan bahwa rumah sakit ini tetap berdiri sebagai hubungan yang mesra antara rakyat Indonesia dan Palestina oleh sebab itu wajar rakyat Indonesia sangat terluka akibat peristiwa ini. Untuk itu kita meminta Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri memastikan aksi-aksi ini tidak dilanjutkan,” tambahnya.

Presidium MER-C dr. Henry Hidyatullah juga menegaskan hal serupa. Ia mengatakan bahwa tindakan penyerangan Israel yang berdampak pada RS Indonesia sangat terkutuk.

“Jangankan dalam konteks orang sakit, orang sehat untuk dilukai atau terjadi pembunuhan sudah sangat terkutuk, apalagi terkena bangunan rumah sakit, yang berfungsi merawat orang sakit, maka lebih terkutuk lagi,”katanya.

“Jadi hal yang sangat memilukan dan tentunya hal ini tidak hanya sekedar berita yang sampai kepada kita dengan begitu saja. Ada sesuatu hal yang perlu kita lakukan bersama doa-doa sudah banyak mengalir dan doa akan terijabah, jika kemudian ada yang kita lakukan bersama untuk menangani atau membantu apa yang terjadi pada masyarakat Palestina,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Presidium MER-C dr. Yogi Prabowo mengatakan bahwa MER-C berkomitmen untuk terus membantu Palestina dan akan mengirimkan bantuan berupa obat-obatan atau tenaga para dokter ahli.

“Kita tahu memang tidak mudah, kita berada di stuasi pandemi. tapi ini tidak akan menyurutkan rakyat Indonesia untuk bisa membantu saudara-saudara yang ada di Gaza dan menjadi catatan bagi Israel agar tidak main-main terhadap masalah kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan RS Indonesia di Gaza,” kata dr. Yogi.

RS Indonesia di Gaza dibangun atas inisiasi Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bekerja sama dengan jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah, dana pembangunannya dikumpulkan dari donasi masyarakat Indonesia. (L/R7/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)