MER-C: Risiko dan Dampak Kasus Corona “Triple Burden”

Foto: Aisyah/MINA

Jakarta, MINA – Ketua Divisi Relawan lembaga kemanusiaan kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Hadiki Habib mengatakan, risiko dan dampak bencana untuk kasus virus corona dapat disebut triple burden.

“Artinya, masalah utama akibat penyakit itu sendiri. Kedua, masalah sosial akibat informasi yang beredar tidak jelas di masyarakat. Ketiga, timbul bencana di fasilitas kesehatan,” ujar Hadiki saat konferensi pers bertema ‘MER-C Mensikapi Kasus Corona Positif di Indonesia, Bagaimana Langkah Selanjutnya?’, di Gedung MER-C, Jakarta Pusat, Jumat (6/3).

“Oleh karena itu, untuk kondisi saat ini kita setuju bahwa edukasi kepada masyarakat sangat penting, informasi yang disampaikan mengacu pada sumber kompeten untuk menjaga kebersihan,” imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat agar menghindari kontak terlalu erat, mengurangi menyentuh wajah ketika beraktivitas, dan rajin mencuci tangan.

Selanjutnya, Hadiki menyarankan, langkah yang dilakukan untuk mengatasai kekhawatiran pada masyarakat, dengan adanya call center (pos-pos konsultasi) terkait dengan virus corona sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang valid secara primer.

Langkah berikutnya, alur rujukan di fasilitas layanan kesehatan perlu diperjelas.

“Perjelas ini, tidak hanya aspek SOP, namun juga aspek tata laksana,” katanya.

Jika kasusnya ada yang dicurigai sebaiknya didatangi. Dan jika kasusnya banyak, maka dianjurkan bukan hanya ruang isolasi tapi juga rumah sakit isolasi.

“Sehingga tidak tersebar orang-orang dalam pengawasan ini di mana-mana dan menyebabkan berkurangnya kapasitas banyak ke rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, dampak di bidang sosial dan ekonomi harus disadari, karena kekhawatiran atau ketakutan menyebabkan kerugian yang lebih besar daripada penyakit itu sendiri.

“Kalaupun kita ingin membatasi mobilisasi itu bisa dilakukan, akan tetapi perlu dipertimbangkan sektor-sektor terpengaruh, terutama sektor perdagangan dan transportasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad juga mengapresiasi pemerintah atas keterbukaan pengumuman kasus corona.

“Kami harapkan bahwa keterbukaan ini tidak berdampak yang luas terhadap sendi sendi ekonomi masyarakat Indonesia,” kata Sarbini.

Ia menegaskan, masyarakat harus menyikapi secara profesional, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh pula underestimate.

“Kami meminta kepada pihak-pihak yang tidak berkompeten jangan mengeluarkan statement atau pernyataan yang bisa mengganggu ketenangan, mengganggu stabilitas sosial di Indonesia,” tegasnya.

“Kita ketahui bahwa dampaknya besar sebagaimana kita lihat negara negara yang terkena virus corona ini,” pungkasnya.(L/hju/R6/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)