Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Mi’raj News Agency (MINA), Da’i Pesantren Al-Fatah Bogor
Allah sudah menyebutkan di dalam Al-Quran bahwa tujuan diwajibkannya ibadah puasa Ramadhan adalah untuk meningkatkan derajat orang-orang beriman menjadi orang-orang bertakwa.
Seperti Allah sebutkan di dalam ayat:
Baca Juga: Makna Minal Aidin wal Faizin
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa”. (QS Al-Baqarah: 183).
Takwa itu sendiri secara bahasa bermakna : hati-hati, waspada, menjaga, takut.
Adapun takwa secara istilah bermakna : mentha’ati Allah dan tidak memaksiati-Nya, mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya, mensyukuri nikmat Allah dan tidak mengkufuri-Nya, atau dengan kata lain menjalankan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Baca Juga: Lebaran Jangan Sampai Lubaran
Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata, bahwa taqwa dengan sebenar-benar taqwa adalah taqwa dengan jihad di jalan-Nya dengan sebenar-benar jihad, tidak takut terhadap celaan orang-orang yang mencela.
Sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاَ كُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Artinya : “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”. (Q.S. Al-Hajj [22]: 78).
Baca Juga: Suasana Idul Fitri di Berbagai Negeri Muslim
Dengan makna taqwa tersebut maka shoimun (orang-orang yang berpuasa) terdidik untuk senantiasa berjihad menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjauhi meninggalkan segala larangan-Nya.
Maka, orang-orang yang berpuasa Ramadhan, mestinya ibadahnya, kebaikannya, semangat jihadnya, karya-karya amal shalihnya, jauh lebih meningkat. Sebab ia tidak memikirkan lagi perut dan syahwatnya, kecuali ibadahanya semata.
Shoimun pun akan terbiasa untuk selalu waspada, menjaga diri, dan berhati-hati terhadap sesuatu, yakni berhati-hati terhadap rambu-rambu syariat yang telah ditetapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berupa perintah dan larangan.
Lebih luas lagi, takwa sebagai hasil puasa Ramadhan bermakna menjalankan segala kewajiban dan nawafil-Nya (ibadah tambahan), serta menjauhi semua larangan dan perkara syubhat (samar-samar), mafsadat (merusak), lagha (sia-sia), dan makruh (tidak disukai).
Baca Juga: Land Day Palestina, Sebuah Tuntutan Keadilan, Seruan bagi Dunia
Begitu pentingnya takwa, maka takwa menjadi wasiat abadi karena mengandung kebaikan dan manfaat yang sangat besar bagi terwujudnya kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
Takwa merupakan kumpulan dari semua kebaikan dan pencegah segala kejahatan. Dengan taqwa, seorang mukmin akan mendapatkan dukungan dan pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
Baca Juga: Indahnya Merayakan Idul Fitri di Dukuh Sambungkasih, Ketika Maaf Menjadi Bahasa Universal
Artinya : “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (Q.S. An-Nahl [16]: 128).
Dengan takwa pula seseorang menjadi mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Baca Juga: Panduan Merayakan Idul Fitri Berdasarkan Sunnah
Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal“. (Q.S. Al-Hujurat [49]:13).
Takwa itulah merupakan bekal terbaik untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya : “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197).
Baca Juga: Meraih Kemenangan Hakiki: Idul Fitri sebagai Momentum Perubahan
Bekal takwa ini harus selalu kita pertahankan sampai mati. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”(Q.S. Ali-Imran [3]: 102).
Maka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan umatnya dengan sabdanya:
Baca Juga: Makna Sejati Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dengan Hati yang Suci
اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Artinya : “Bertaqwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada, dan ikutilah perbuatan buruk itu dengan kebaikan, dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlaq yang terpuji” (H.R. At-Tirmidzi dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu).
Dengan takwa pula harta menjadi barakah, ilmu menjadi manfaat, hidup menjadi bermakna, berbobot dan berkualitas. Dengan taqwa niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan ke luar, dan dengan takwa Allah akan memberikan rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Semoga kita dapat meraih gelar takwa, derajat tertinggi di sisi Allah, dengan ibadah puasa Ramadhan dan dengan rangkaian ibadah serta amal shalih terbaik lainnya. Aamiin. (A/RS2/P1)
Baca Juga: Sunnah-Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam saat Idul Fitri
Mi’raj News Agency (MINA)