MER-C SALURKAN BANTUAN OBAT-OBATAN SENILAI RP2,6 M KE KEMENKES PALESTINA

Salah satu gudang obat-obatan Kementrian kesehatan Palestina di Jalur Gaza kosong akibat kehabisan stok. foto : MINA
Salah satu gudang obat-obatan Kementrian kesehatan Palestina di Jalur Gaza kosong akibat kehabisan stok. foto : MINA

Gaza, 14 Sya’ban 1436 / 1 Juni 2015 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan obat-obatan senilai Rp2,6 miliar kepada Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza. Bantuan diserahkan secara langsung oleh relawan MER-C di Jalur Gaza kepada pihak Kementerian Kesehatan.

“Ini merupakan rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina yang dilakukan oleh MER-C setelah sebelumnya penyaluran sembako, bahan makanan, peralatan sekolah, kali ini penyaluran bantuan berupa obat-obatan senilai 200 ribu US Dolar atau 2,6 miliar rupiah” ujar Muqarrabin Al Fikri ketua MER-C cabang Gaza kepada Kantor Berita Islam Miraj (MINA) di Gaza, Senin (1/6).

Fikri menambahkan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk konsistensi pihak MER-C yang senantiasa membantu di bidang kegawatdaruratan.

“Sesuai prinsipnya MER-C selalu membantu dibidang yang paling membutuhkan dan setelah melihat kebutuhan obat-obatan di Gaza yang begitu mendesak maka MER-C menyalurkan bantuan senilai 2,6 Miliar kepada kepada kementrian kesehatan,” paparnya.

Lebih lanjut fikri menyatakan bahwa penyaluranini dilakukan dalam beberapa tahap, sesuai dengan kebutuhan obat-obatan yang diperlukan Kementerian Kesehatan Palestina.

“Kementrian kesehatan Palestina memberikan kami list obat-obatan yang paling dibutuhkan dan kemudian menghubungi para suplier untuk menyuplai obat yang diperlukan kebeberapa rumah sakit di Gaza” ujarnya.

Sementara itu Dr. Ashraf Abu Hamadi, Dirjen Hubungan Luar Negeri Kementerian Kesehatan saat dihubungi MINA membenarkan bahwa pihaknya mengalami krisis stok obat-obatan.

“Kami mengalami krisis obat-obatan, setidaknya 50 persen zero stock terutama pada primer health care items,” kata Ashraf di kantornya.

Dia menambahkan ada 137 items obat-obatan sudah benar benar habis, sementara 330 jenis kurang dari delapan persen.

“Untuk beberapa jenis, stok obat-obatan kami setidaknya hanya cukup untuk 1 bulan saja, sementara sebanyak 137 jenis kami sudah benar-benar kehabisan” terang mantan Direktur Urusan Farmasi Kemenkes Palestina itu.

Dia menambahkan selain krisis obat-obatan Rumah Sakit Syifa yang merupakan rumah sakit utama di Jalur Gaza juga mengalami krisis alat kesehatan.

“Selain obat-obatan saat ini Rumah Syakit Syifa juga sedang membutuhkan alat-aat kesehatan terutama CBC yang diperlukan untuk pengujian darah, karenanya masyarakat harus membayar dengan harga tinggi karena melakukan test diluar RS Syifa” terangnya.

Ashraf meminta kepada dunia internasional untuk segera membantu Gaza menangani krisis ini sesegera mungkin.

“Kami meminta kepada dunia internasional untuk melakukan donasi sesegera mungkin, setidaknya saat ini kami membutuhkan 200 ribu hingga 300 ribu USD dolar untuk menangani krisis yang terjadi” katanya.

Sementara itu Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza sudah mendekati tahap akhir dan akan segera beroperasi. Alat-alat kesehatan sudah berdatangan dan diperkirakan dalam waktu dekat akan diserahterimakan kepada Kementerian Kesehatan.

Diharapkan dengan beroperasinya Rumah Sakit Indonesia ini, akan memudahkan pelayanan dibidang kesehatan terutama di Gaza bagian utara.

MER-C yang terus konsisten menyalurkan bantuanya kepada Palestina secara langsung ini mengajak para dermawan untuk menyumbangkan sebagian hartanya guna membantu rakyat Palestina.

Untuk penyaluran bantuan dapat disalurkan melalui rekening sebagai berikut, Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: .BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (L/K01/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0