Mesir Beri Amnesti 3.747 Tahanan pada Idul Fitri 1439H

Kairo, MINA – Pemerintah Mesir memberikan amnesti bagi 3.747 tahanan untuk menandai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439H selama tiga hari, yang dimulai Jumat, 1 Syawal 1439 Hijriyah bertepatan dengan 15 Juni 2018 .

Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir bagian pelayanan penjara – atas instruksi dari Presiden Abdel Fattah Al-Sisi – “mengumumkan amnesti bagi banyak tahanan untuk menandai Hari Raya Idul Fitri 1439H,” demikian laporan IINA yang dikutip MINA.

Menurut konstitusi Mesir, presiden berhak – setelah berunding dengan Dewan Menteri – untuk memaafkan individu yang dihukum atau mengubah hukuman mereka.

Para pejabat Mesir tidak mengeluarkan daftar lengkap orang-orang yang dibebaskan, tetapi hanya mengatakan bahwa banyak dari mereka adalah para pemuda yang dipenjara karena terlibat dalam protes anti-pemerintah.

Pada 16 Mei lalu, Presiden Al-Sisi mengampuni 330 pemuda yang dipenjara pada saat Ramadhan.

Sejak berkuasa pada 2014, Al-Sisi telah memberlakukan tindakan keras terhadap para penentang dan aktivis yang dikatakan oleh kelompok hak asasi manusia sebagai periode terburuk dari penindasan politik dalam sejarah Mesir.

Pada Oktober 2016, Presiden Al-Sisi mengumumkan pembentukan komite amnesti presiden yang dipimpin oleh pakar politik Osama Al-Ghazaly Harb, bertujuan mengampuni tahanan dengan tuduhan menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Pada November 2016, Sisi mendeklarasikan daftar amnesti presiden pertama, mengampuni 82 tahanan, termasuk presenter TV dan seorang cendekiawan Muslim Al-Behery, yang dituduh “menghina Islam”.

Daftar amnesti kedua diumumkan pada Maret 2017, mengampuni 203 tahanan. Daftar itu termasuk lima wartawan, menurut kantor berita Masrawy. Pada Juni 2017, Sisi mengumumkan amnesti 502 tahanan.

Pada peringatan Perang 6 Oktober 2017, sebanyak 244 tahanan Mesir mendapatkan kembali kebebasan mereka setelah menerima amnesti oleh keputusan presiden. (T/R01/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)