MESIR BERMINAT TERAPKAN KURIKULUM PESANTREN INDONESIA

madrasah di mesir
Salah satu madrasah di Mesir (Foto: Panoramio)

Jakarta, 12 Dzulqa’dah 1436/27 Agustus 2015 (MINA) – Lembaga Pendidikan Madrasah di Mesir menyatakan berminat untuk menerapkan kurikulum Pondok Pesantren Indonesia.

Pembina Utama Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia, KH. Yakhsyallah Mansur, MA dalam keterangannya di Bogor, Kamis (27/8) mengatakan, lembaganya menerima permintaan dari beberapa lembaga madrasah di Mesir yang berminat pada kurikulum pesantren.

“Mereka tertarik karena pesantren di Indonesia tidak dikotomi ilmu umum dan agama, seperti santri belajar fikih juga mendapatkan pelajaran matematika,” ujar Yakhsyallah.

Ia menambahkan, hal yang menarik lainnya adalah pola asrama bagi siswa sekolah menengah, dengan peraturan mengikat dan ada kiyai pembimbing santri.

“Di Mesir ada asrama mahasiswa, tetapi tidak seperti pesantren. Apalagi ini untuk anak usia sekolah menengah, yang mau jauh dari orang tua demi menimba ilmu di pondok pesantren,” paparnya.

Wacana di atas, terkait dengan rencana kunjungan pengurus lembaga madrasah Mesir ke Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia di Muhajirun Natar, Lampung Selatan, besok, Jumat (28/8).

Kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Pesantren Al-Fatah dengan Madrasah Ad- Dakwah Mesir, yang ditandatangani 25 April 2014 tahun lalu.

Pembina Madrasah Ad-Dakwah Mesir, Syaikh Hamdi Muhammad Abdul Ghaffar, MA, dalam kunjungannya ke Pesantren Al-Fatah Lampung, saat penandatanganan perjanjian mengatakan berminat menerapkan sistem pendidikan berbasis Pondok Pesantren yang banyak diterapkan di Indonesia.

Syaikh Hamdi mengasuh beberapa madrasah di Mesir, di antaranya: Madrasah Ar-Risalah, Madrasah Khalid Bin Walid, Madrasah Zahra’ Al-Andalus, Madrasah Ar-Ruwad, Madrasah Al-Iman, Madrasah Al-Iman, Madrasah Shofwa, Madrasah Al-Awail, Ad-Dakwah, Madrasah Thibah, dan Madrasah Madinah Al-Munawarah.

Ia juga berharap bisa bekerjasama dalam hal pertukaran pelajar, guru, dan staf, pertukaran sistem atau metode pembelajaran dan bidang lainnya. (L/P4/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0