Mesir Buka Perbatasan Rafah Lima Hari

, 25 Ramadhan 1437/ 30 Juni 2016 (MINA) – telah membuka perbatasan ke Jalur Gaza pada Rabu (29/6) pagi, selama lima hari untuk memungkinkan masuk dan keluarnya kebutuhan warga yang mendesak di daerah yang terkepung, Jalur Gaza.

Terminal diatur untuk tetap terbuka selama lima hari, dari Rabu sampai Ahad mendatang, tidak termasuk hari Jum’at, demikian Ma’an seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), kamis (30/6).

Dilarangan keras istirahat sejenak di perbatasan, sebagai blokade militer Israel di Jalur Gaza hampir mendekati satu dekade.

Di Gaza 1,8 juta warga terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, dengan kendala pada perlintasan barang yang datang dan keluar.

Sementara perbatasan Mesir sebagai garis hidup utama bagi warga Gaza ke dunia luar. Pemerintah Mesir telah perlahan-lahan menutup gerakan melalui perbatasan sejak presiden yang dipilih secara demokratis Mohamed Morsi digulingkan oleh tentara Mesir pada tahun 2013.

Penutupan berkelanjutan naik di tengah tuduhan pihak berwenang Mesir bahwa Hamas mendukung militan yang telah melakukan serangan mematikan terhadap pasukan keamanan di Semenanjung Sinai berbatasan dengan wilayah Palestina. Namun Hamas membantah tuduhan itu.

Setelah penyeberangan Rafah dibuka kembali secara teratur pada tahun 2016, pemerintah Mesir membuka penyeberangan Rafah selama empat hari, dalam pekan pertama menjelang Juni, bulan suci Ramadhan. Dan sekitar lebih dari 3.000 orang meninggalkan Jalur Gaza.

Dalam upaya mengklaim mencegah serangan, tentara Mesir telah menghancurkan ratusan terowongan yang diduga digunakan untuk persediaan penyelundupan dan senjata antara Sinai dan Gaza, serta untuk penyusupan militan ke wilayah Mesir.

Sedangkan terowongan dilaporkan, digunakan oleh Hamas sebagai sumber penerimaan pajak dan masuknya senjata. Mereka juga menyediakan kebutuhan yang sangat mendesak warga Gaza  seperti makanan, obat-obatan, serta bahan infrastruktur termasuk beton dan bahan bakar. (T/hna/P4 )

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)