MESIR JAJAKI KERJASAMA MILITER DENGAN SPANYOL 

menhan mesir ahram
Menteri Pertahanan Mesir Sedki Sobhi, Selasa (13/10) waktu setempat, bertolak ke Madirid, Spanyol. (Foto: alahram)

Kairo, 1 Muharram 1437/14 Oktober 2015 (MINA) – Otoritas Mesir melalui Menteri Pertahanan Mesir Sedki Sobhi, Selasa (13/10) waktu setempat, bertolak ke Madirid, ibu kota Spanyol untuk membicarakan sejumlah kerja sama di bidang militer dan pertahanan dengan ‘Negeri Matador’.

Menurut media pemerintah Mesir, MENA, seperti dilansir Ahram Online, Sobhi memimpin delegasi militer untuk kunjungan resmi menyusul undangan Menteri Pertahanan Spanyol Pedro de Morenes.

Kedua menteri diharapkan akan melakukan pembicaraan tentang peningkatan kerja sama militer dan keamanan antara angkatan bersenjata Mesir dan Spanyol. Mereka juga bakal mendiskusikan upaya memerangi terorisme dan memulihkan keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.

Sebelumnya, Pada Mei tahun ini, Sobhi Morenes telah lebih dahulu menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama militer. Memorandum itu termasuk perjanjian pertukaran pengalaman dan pelatihan bersama antara ‘Negeri Piramida’ dan ‘Negeri Matador’.

Sejak Presiden Abdel-Fattah El-Sisi memerintah pada Juni 2014, Mesir telah mengadopsi sebuah kebijakan diversifikasi sumber-sumber persenjataan dan meningkatkan kerjasama militer dengan beberapa negara selain Amerika Serikat (AS).

Amerika, selama empat dekade, merupakan sekutu dekat Kairo dan menjadi pemasok utama persenjataan ‘Negeri Piramida’.

Pekan lalu, Mesir menandatangani kesepakatan dengan Prancis untuk membeli dua kapal perang Mistral. Pada bulan Februari, Prancis memberikan Mesir tiga pesawat tempur Rafale buatan Dassault Aviation. Armada tempur itu merupakan yang pertama dari kesepakatan penjualaan 24 pesawat bernilai US$5,6 mliar (Rp76 triliun).

Mesir juga sedang menjajaki kerja sama militer dengan Inggris. Bulan lalu, Kepala Staf Angkatan Darat Mesir Letnan Jenderal Mahmoud Hegazy bersama dengan pejabat teras negara itu berada Inggris untuk membicarakan kerja sama militer.

Tahun ini pemerintah Inggris telah, menurut laporan media pada Juli, meningkat pasokan senjata untuk Mesir setelah memangkasnya secara temporer menyusul penggulingan Presiden Muhammad Mursipada 2013. Kudeta berdarah itu dipimpin oleh Al-Sisi, yang saat itu menjabat Kepala Angkatan Bersenjata Mesir.

Di sisi lain, pada bulan Juli, AS mengirim delapan pesawat F-16 ke Kairo, dan empat armada lagi diharapkan akan serahkan pada musim gugur. Washington juga mengirim lima turret tank M1A1 Abram ke Mesir pada Agustus.

Pasokan senjata-senjata oleh AS itu merupakan bagian dari bantuan militer bernilai US$1,3 miliar, yang dijanjikan akan dipasok Washington untuk Mesir setiap tahunnya. (T/P022/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0