Mesir Kecam Pejabat Israel Yang Tuduh Bertanggung Jawab Atas Serangan 7 Oktober

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmed Abu Zeid. (Photo: X)

, MINA – Mesir mengecam pernyataan yang menganggap Mesir bertanggung jawab atas aksi perlawanan dalam serangan lintas batas Pejuang pada 7 Oktober terhadap pendudukan Israel. Demikian dikutip dari Memo, Selasa, (13/2).

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Abu Zeid menggambarkan pernyataan Smotrich sebagai “sama sekali tidak dapat diterima dan tidak bertanggung jawab.”

Dia menambahkan bahwa pernyataan tersebut hanya mengungkapkan rasa lapar akan pembunuhan dan kehancuran, serta sabotase terhadap segala upaya untuk membendung krisis di Jalur Gaza.

Berbicara kepada Partai Zionis Religius sayap kanan, Smotrich mengatakan Mesir memikul tanggung jawab besar atas apa yang terjadi pada 7 Oktober.

Dia juga mendesak Perdana Menteri pendudukan Israel Benyamin Netanyahu untuk tidak mengirim delegasi keamanan Israel ke Mesir untuk menghadiri pertemuan mengenai perang tersebut.

Lembaga penyiaran publik Israel KAN mengatakan Israel bermaksud mengirim delegasi pada Selasa ini ke Kairo untuk menghadiri pertemuan yang dijadwalkan akan dihadiri oleh Direktur Intelijen Mesir Abbas Kamel, Direktur CIA AS William Burns, dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani untuk membahas kemungkinan kesepakatan pertukaran tahanan antara pendudukan Israel dan Hamas.

Israel yakin ada 134 warga pendudukan Israel yang ditahan di Gaza, setelah tentara pendudukan Israel pada Senin pagi mengklaim berhasil membebaskan dua warga Israel yang ditahan di kota di Jalur Gaza selatan.

Pendudukan Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak Aksi Perlawanan dalam serangan pejuang pada 7 Oktober, menewaskan sedikitnya 28.340 orang dan melukai 67.984 lainnya, sementara hampir 1.200 pemukim ilegal Israel diyakini tewas dalam serangan pejuang yang dikemudian hari diketahui justru dibunuh oleh pasukan udara pendudukan Israel sendiri dengan beralasan salah penilaian di lapangan mengira pemukim ilegal Israel tersebut adalah pejuang Gaza.

Serangan gencar pendudukan Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB. (T/B03/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)