Mesir Kutuk Upaya Pembunuhan PM Palestina di Gaza

Salah satu mobil konvoi Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah yang rusak akibat ledakan bom.(Foto: UNA-OCA)

Kairo, MINA – Mesir mengutuk upaya yang gagal untuk membunuh Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah dalam sebuah serangan yang menargetkan konvoi-nya saat memasuki pos pemeriksaan Erez yang dikendalikan Israel, atau daerah perlintasan perbatasan Beit Hanoun di Jalur Gaza Utara pada Selasa (13/3) pagi.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan beberapa saat setelah serangan terjadi, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Mesir mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina dan Otoritas Nasional Palestina atas kelangsungan hidup PM Hamdallah.

“Serangan teroris brutal seperti itu yang menargetkan atau mengganggu proses rekonsiliasi Palestina akan selalu gagal,” kata pernyataan tersebut sebagaimana laporan Kantor Berita Palestina WAFA.

Pernyataan Kemlu itu menekankan bahwa Mesir akan melanjutkan usaha tak kenal lelah untuk mencapai rekonsiliasi dan memungkinkan Palestina untuk mengelola urusan negara mereka sesuai dengan visi terpadu dan komprehensif yang memenuhi aspirasi rakyat Palestina.

Sebelumnya Selasa pagi (13/3), ledakan menargetkan konvoi Hamdallah terjadi setelah konvoi menyeberang ke Gaza untuk meresmikan pabrik pengolahan air limbah.

Tujuh pengawal Hamdallah terluka dalam serangan tersebut dan tiga kendaraan konvoi rusak.

Sekembalinya ke Ramallah, Perdana Menteri mengatakan bahwa serangan ini tidak akan menghalangi pemerintah menyelesaikan misinya di Gaza dan mencapai rekonsiliasi nasional.

“Kami akan terus bekerja sampai kami kembali ke Gaza dan menyatukan barisan kami. Tidak akan ada tanah air tanpa Gaza,” tegasnya.

Kepala Intelijen Palestina Majid Faraj, yang menemani Hamdallah dalam konvoi tersebut, menggambarkan serangan tersebut sebagai “tindakan pengecut yang bertujuan untuk melukai persatuan nasional.”

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas upaya pembunuhan terjadi. Pihak Hamas mengutuk keras terjadinya serangan itu.(T/R01/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)