Mesir Salahkan Israel terkait Penutupan Perbatasan Rafah

Mesir menyalahkan Israel pada Selasa (14/5), atas penutupan perbatasan Rafah di Jalur Gaza selatan di tengah serangan militer Zionis Israel (Foto: AA)

Kairo, MINA – Mesir menyalahkan Israel atas penutupan perbatasan Rafah di Jalur Gaza selatan, di tengah serangan militer di daerah tersebut.

“Israel bertanggung jawab penuh atas bencana kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina di Jalur Gaza,” kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan Selasa (4/5), Anadolu Agency melaporkan.

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz pada Selasa (14/5) menyerukan pembukaan kembali penyeberangan Rafah. Dia justru menyalahkan Mesir karena mencegah pengiriman bantuan ke Gaza.

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry menolak kebijakan Israel yang “memutarbalikkan fakta dan menghindari tanggung jawab,” kata pernyataan Kemenlu Mesir.

Shoukry menganggap “kontrol Israel atas penyeberangan Rafah, operasi militer di sekitar terminal, dan bahaya yang diakibatkannya terhadap pekerja bantuan dan pengemudi truk” sebagai alasan utama kegagalan membawa bantuan melalui penyeberangan Rafah.

Baca Juga:  Militan Irak Targetkan Serang Pelabuhan Israel dengan Drone

Dia juga mengecam keras “usaha Israel dengan putus asa mengalihkan tanggung jawab ke Mesir atas krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza.”

Pekan lalu, Israel merebut perbatasan Rafah, yang merupakan jalur penting bagi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang telah berada di bawah blokade Israel yang melumpuhkan sejak Oktober lalu, menyebabkan seluruh penduduk wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.

Israel telah menggempur daerah kantong Palestina menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Setidaknya 35.180 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, telah terbunuh, dan lebih dari 79.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Baca Juga:  Rudal Al-Qassam Hantam Heli Apache Zionis

Lebih dari tujuh bulan konflik terjadi, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih dan obat-obatan yang melumpuhkan.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada Januari mengatakan “masuk akal” bahwa Tel Aviv melakukan genosida di Gaza, memerintahkan mereka menghentikan tindakan tersebut dan mengambil tindakan menjamin bantuan kemanusiaan diberikan warga sipil di Gaza. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Rudi Hendrik