Kairo, 8 Rabi’ul Awwal 1437/19 Desember 2015 (MINA) – Kementerian Luar Negeri Mesir, menyambut baik pernyataan PM Inggruis David Cameron pada Parlemen, tentang kelompok Ikhwanul Muslimin, yang disebutnya sebagai “langkah serius dalam memerangi dan mengatasi teroris serta ideologi ekstrimis”.
Dalam pernyataan, Juru Bicara Kemenlu Mesir, Ahmad Abu Zeid , mengatakan, beralasan kalau Pemerintah Mesir di bawah Presiden Sisi merlarang organisasi itu.
Menurut pernyataan Perdana Menteri Inggris, David Cameron di House of Commons, Ikhwanul Muslimin memiliki hubungan yang sangat ambigu dengan kekerasan ekstremisme”. Demikian Middle East Monitor (MEMO) melaporkan, yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu (19/12).
“Aspek ideologi dan kegiatan Ikhwanul Muslimin bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi Inggris, aturan hukum, kebebasan individu, kesetaraan, saling menghormati, toleransi beragama dan keyakinan yang berbeda” jelas David Cameron pada Parlemen negerinya.
Baca Juga: Netanyahu Akan Tetap Serang Lebanon Meski Ada Gencatan Senjata
Inggris akan terus menolak visa untuk anggota dan asosiasi dari kelompok yang telah membuat komentar ekstrimis, katanya, dan mengintensifkan pengawasan terhadap pandangan dan kegiatan anggota, asosiasi dan afiliasi Ikhwanul Muslimin yang mempromosikan di luar negeri.
Laporan itu telah direkomendasikan pemerintah Inggris menolak permintaan visa dari anggota Ikhwanul Muslimin atau rekan-rekan mereka yang telah menyerukan kekerasan dan ekstremisme, dan juga untuk memastikan bahwa organisasi amal yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin tidak digunakan untuk membiayai kelompok.
Rekomendasi termasuk terus menindaklanjuti dan memeriksa apakah pandangan dan kegiatan kelompok konsisten dengan hukum Inggris.
Sementara itu Pemimpin Ikhwanul Muslimin yang berbasis di London, Muhammad Soudan, mengatakan fihaknya menolak laporan PM Cameron itu.
Baca Juga: Agresi Israel Hantam Pusat Ibu Kota Lebanon
Soudan menambahkan, ia belum melihat dan belum menerima salinan laporan dulu dan hanya mengetahuinya dari media massa. (T/P002/P2)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Perdana Menteri Malaysia Serukan Pengusiran Israel dari PBB