MESIR UMUMKAN GENJATAN SENJATA PERMANEN ISRAEL-PALESTINA

Warga Gaza merayakan kemenangan setelah diumumkannya genjatan senjata permanen Palestina-Israel, Selasa (26/8) malam Waktu Gaza.(Foto: MINA)
Warga Gaza merayakan kemenangan setelah diumumkannya genjatan senjata permanen Palestina-Israel, Selasa (26/8) malam Waktu Gaza.(Foto: MINA)

Gaza, 1 Dzulqa’idah 1435/27 Agustus 2014 (MINA) – Mesir mengumumkan kesepakatan gencatan senjata permanen Israel-Palestina yang dimulai Selasa (26/8) pukul 19.00 Waktu Gaza, Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.

“Mesir mengumumkan kesepakatan senjata permanen antara pihak Israel-Palestina yang dimulai Selasa pukul 19.00 Waktu Gaza. Seluruh warga Gaza turun ke jalan merayakan kemenangan ini,” lapor Koresponden MINA di Gaza.

Kesepakatan genjata senjata permanen juga diumumkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan mengapresiasi upaya Mesir dan semua pihak yang memainkan peran memulihkan kondisi di Jalur Gaza.

“Kami mengkonfirmasi apresiasi tinggi atas upaya Mesir yang dimulai sejak lama untuk memuaskan semua pihak. Qatar juga memainkan peran dalam hal itu. Kami juga ingin menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri AS John Kerry juga menghubungi kami untuk tujuan yang sama, jadi kami berterima kasih kepada semua orang yang memainkan peran,” kata Abbas.

Koresponden MINA melaporkan, kesepakatan gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan gerakan-gerakan Palestina di Jalur Gaza itu termasuk mengakui tuntutan-tuntutan  rakyat Palestina.

Arab Saudi juga telah memberikan jaminan pada fihak Palestina.

Kesepakatan genjatan senjata permanen didasarkan pada kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya pada 2012 lalu, mencakup berakhirnya semua penganiayaan serta pembunuhan para pemimpin dan aktivis Palestina oleh Israel.

Kesepakatan itu juga mencakup kesepakatan untuk membuka semua penyeberangan, termasuk pergerakan barang, bahan bangunan, bahan bakar, keperluan pokok dan orang. Selain itu, zona perikanan akan diperluas menjadi 12 mil laut.

Kedua belah pihak akan bertemu lagi pada satu bulan mendatang untuk membahas masalah yang belum terselesaikan.

Presiden Palestina juga akan membahas perjanjian gencatan senjata terbaru pada  pertemuan kepemimpinan Palestina.

Televisi Israel Channel 10 mengutip para pejabat Israel mengatakan mereka sepakat untuk gencatan senjata dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberitahu semua anggota kabinetnya tentang kesepakatan itu.

Kemenangan Palestina

Ismail Haniyah, Petinggi Hamas, mengatakan bahwa kesepakatan genjatan senjata permanen menjadi hadiah bagi ketabahan rakyat dan ketahanan para pejuang Palestina di Gaza.

Dalam sebuah konferensi pers di Rumah Sakit AsSyifa di Kota Gaza, Selasa malam Waktu Gaza, petinggi Hamas lainnya, yakni jurubicara Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan, “para pemukim ilegal Israel yang tinggal di sekitar perbatasan Gaza dapat kembali ke rumah mereka setelah perjanjian gencatan senjata mulai berlaku.”

Dia mengumumkan kemenangan dan mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina dan bangsa Arab atas kemenangan yang dicapai gerakan perlawanan Palestina.

“Gerakan Hamas tidak akan meninggalkan rakyat Palestina setelah pertempuran berakhir,” kata abu Zuhri sebagaimana Palestine News Network melaporkan.

Khalid al-Batsh, seorang pejabat senior Jihad Islam, mengatakan bahwa perjanjian tersebut mengakui tuntutan mereka.(L/K01/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0