Metode Karantina Atasi Wabah Menular Ternyata Anjuran Rosullullah

Pemerintah China dan beberapa negara telah melakukan karantina atau isolasi terhadap semua penduduknya yang telah atau dikhawatirkan terinfeksi virus Corona.

Tidak hanya membatasi perjalanan untuk mencegah penyebaran virus Corona, Kota Wuhan yang diduga asal virus itu, kini juga sudah diisolasi atau dikarantina.

Sementara itu, sebanyak 243 Warga Negara Indonesia dari Wuhan, China juga baru saja selesai menjalani 14 hari karantina di Natuna. Mereka semua dinyatakan sehat dan bebas dari virus yang dinamakan Covid-19.

Hal itu merupakan standar protokoler kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut. Virus jenis itu diketahui dapat menular melalui kontak antara hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia.

Namun, jauh sebelum WHO mengeluarkan panduan tersebut, 1.400 lalu, model karantina atau isolasi terhadap orang yang tengah menderita penyakit menular pernah dianjurkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Nabi berkata, “Mereka yang memiliki penyakit menular harus dijauhkan dari mereka yang sehat.” (diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya.)

Dikutip dalam buku berjudul ‘Rahasia Sehat Ala Rasulullah SAW: Belajar Hidup Melalui Hadith-hadith Nabi’ oleh Nabil Thawil, di zaman Rasul jika ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit Tha’un, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya di tempat isolasi khusus, jauh dari pemukiman penduduk.

Ketika diisolasi, penderita diperiksa secara detail, kemudian dilakukan langkah-langkah pengobatan dengan pantauan ketat. Para penderita baru boleh meninggalkan ruang isolasi ketika dinyatakan sudah sembuh total.

Tha’un sebagaimana disabdakan Rasulullah adalah wabah penyakit menular yang mematikan, penyebabnya berasal dari bakteri Pasterella Pestis yang menyerang tubuh manusia.

Metode karantina berlaku untuk mereka yang menderita penyakit yang dapat menyebar melalui kontak fisik, dan bahkan mereka yang gejalanya mengganggu atau menyinggung orang lain.

Sebagai Muslim, adalah tugas kita untuk belajar bagaimana kita dapat menanggapi krisis ini dari perspektif Islam.

Allah Subhanahu Wata’ala mengutus Rasul-Nya yang mulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Dengan kita mentaati setiap perintah serta larangan dari Allah dan Rasul-Nya, Insha Allah akan mendapatkan kebaikan serta manfaat bagi kehidupan kita. (A/RE1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)