Kos, Yunani, 27 Syawwal 1436/12 Agustus 2015 (MINA) – Polisi Yunani menggunakan alat pemadam kebakaran dan pentungan terhadap migran di Pulau Kos, karena ketegangan memuncak di sebuah stadion olahraga di mana ratusan, termasuk anak-anak, berkumpul menunggu dokumen imigrasi.
Bentrokan terjadi sehari setelah seorang perwira polisi di pulau diskors setelah mengacungkan pisau dan menampar seorang pria yang diidentifikasi oleh media Yunani sebagai migran Pakistan.
Pada Selasa (11/8), televisi nasional Yunani menyiarkan gambar yang menunjukkan ratusan migran berdesak-desakan satu sama lain karena mereka lari dari semprotan tabung pemadam kebakaran yang digunakan oleh petugas polisi bertujuan membubarkan kerumunan.
Namun tidak segera jelas apa yang memicu kekerasan, demikian ARA News melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Baca Juga: ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu dan Gallant
Yunani telah menerima lonjakan jumlah migran dan pengungsi yang melarikan diri dari zona perang seperti Suriah, mencoba memasuki Uni Eropa dengan melintasi lautan menggunakan perahu karet dari Turki.
Badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan, 124.000 mendarat di pulau-pulau Yunani tahun ini.
UNHCR menyebut kondisi migran di Pulau Kos dan pulau-pulau lainnya “memalukan”.
Walikota Kos, Yorgos Kyritsis mengatakan layanan lokal sedang tegang, termasuk polisi dan penjaga pantai tidak dapat mencegah masuknya migran.
Baca Juga: Turkiye Tolak Wilayah Udaranya Dilalui Pesawat Presiden Israel
“Situasi di pulau ini di luar kendali,” katanya kepada TV Yunani. “Ada bahaya nyata dari situasi tak terkendali. Darah akan tumpah.”
Seorang pejabat polisi Yunani yang berbicara dengan tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, pasukan polisi anti huru hara akan dikerahkan ke pulau dan polisi petugas dari pulau-pulau tetangga Rhodes dan Syros akan dikirim sebagai bala bantuan. (T/P001/R05)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Setelah 40 Tahun Dipenjara Prancis, Revolusioner Lebanon Akan Bebas