MIGRASI WARGA GAZA BUKAN FENOMENA BESAR

Para Imigran asal Jalur Gaza yang berhasil selamat setelah kapal yang mereka tumpangi ditengelamkan di laut. Foto : Shehab
Para Imigran asal Jalur Gaza yang berhasil selamat setelah kapal yang mereka tumpangi tengelam di Laut Tengah. (Foto : Shehab)

Gaza, 26 Dzulqadah 1435 / 21 September 2014 (MINA) – Ihab Ghasain, Perwakilan Kementrian Penerangan Palestina mengatakan, migrasi yang dilakukan warga Palestina asal Gaza selama peperangan berlangsung bukan sebuah fenomena besar, sebagaimana disampaikan beberapa kalangan.

“Setelah memeriksa jumlah dan statistik, keberangkatan warga keluar dari Jalur Gaza, bukanlah sebuah fenomena besar. Namun tentu ini tetap urusan penting yang harus ditindaklanjuti,” kata Ghasain dalam konferensi pernya di Kantor Kementrian Penerangan di Kota Gaza, Sabtu (20/9).

Koresponden Mi’raj News Agency (MINA) di Gaza melaporkan, Ghasain didampingi juru bicara Kementrian Dalam Negeri, Iyad al-Bazem menegaskan, mereka menemukan fakta, sebagain besar imigran keluar melalui pintu perbatasan Rafah secara resmi.

“Setelah pemeriksaan nama-nama imigran di negara tujuan, sebagian besar mereka meninggalkan Jalur Gaza melalui perlintasan Rafah secara resmi. Banyak pula yang memang sudah lama tinggal di luar Gaza, terutama di Mesir, sejak beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Ghasain menambahkan, hanya sebagian kecil imigran yang ilegal, yaitu mereke keluar mealui terowongan bawah tanah. Meskipun pihak Mesir telah menghancurkan terowongan-terowongan tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa sejak beberapa pekan lalu, pihak kemanan telah menutup terowongan tersebut, dan menangkap pemiliknya untuk dibawa ke pihak berwenang.

Ghasain menyatakan, berlanjutnya blokade terhadap Jalur Gaza sejak delapan tahun lalu, ditambah intensitas blokade selama dua tahun terakhir, merupakan penyebab utama mundurnya perekonomian dan meningkatnya pengangguran di Jalur Gaza.

Sehingga dapat saja ini menjadi sebab warga ingin keluar Gaza mencari pekerjaan dan sebagainya.

“Penjajah Israel serta sekutunya harus bertanggungjawab langsung atas blokade ini,” imbuhnya.

Ghasain menyayangkan masyarakat internasional yang hingga saat ini hanya diam terhadap blokade tersebut, serta tidak bertanggung jawabnya pemimpin Israel terhadap kekejaman serta pelanggaran mereka terhadap hukum internasional.

Menurutnya, pembukaan pintu Rafah secara penuh untuk perlintasan manusia dan barang, tentu sangat memudahkan kehidupan rakyat Gaza, serta dapat meningkatkan kesabaran dan membuka prospek lapangan pekerjaan, pengembangan dan pembangunan masyarakat.

Untuk itu, Ghasain meminta kepada negara-negara Arab memberikan bantuan kehidupan yang layak dan aman bagi rakyat Palestina yang menjadi pengungsi di negara negara Arab.

Ia berharap, mereka memberikan kesempatan kerja bagi pengungsi hingga berakhirnya penjajahan, dan dapat kembali ke Palestina. Sehingga tidak berpikiran lagi untuk pergi ke negara luar menjadi migran, seperti saat ini.

Pihaknya menyesalkan pernyataan beberapa kalangan yang mencoba mengeksploitasi masalah ini untuk kepentingan politik, daripada bekerja dan bersatu menemukan solusi meringankan penderitaan rakyat serta anak anak muda kita, lanjutnya.

Semua kementerian dan para stafnya hingga saat ini bekerja sejak hari pertama pemerintahan rekonsiliasi dibentuk, untuk melakukan semua tugas yang dipercayakan kepada mereka sebagaimana mereka bekerja dipemerintahan sebelumnya di Jalur Gaza, imbuhnya.

Dia menegaskan kepada seluruh rakyat Palestina tanpa terkecuali, meskipun kondisi kehidupan mereka sulit dan keras, namun mereka telah mengalahkan musuh dan mempermalukan penjajah dengan tetap tinggal di tanah mereka, pada saat negara-negara lain bermigrasi besar-besaran saat terjadinya peperangan di negaranya.

“Kita berbicara tentang orang orang yang tidak meninggalkan tanah air mereka, meskipun perang besar berkobar, dibandingkan negara negara lain yang justru bermigrasi saat hal serupa terjadi,” ujar Ghasian.

Menurutunya, justru banyak anak-anak kita yang kembali ke tanah airnya meskipun dalam keadaan yang sulit. (K01/K03/P4).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0