Militer Israel Umumkan Lakukan Penyergapan di Golan

Yerusalem, MINA – Juru bicara militer pendudukan Israel mengumumkan telah menyergap kelompok bersenjata di perbatasan dengan Golan yang diduduki, pada Ahad (2/8) malam, dalam situasi Israel meningkatkan keamanan bersiap menghadapi kemungkinan pembalasan Hizbullah atas terbunuhnya seorang anggotanya.

Pasukan pendudukan mengklaim kelompok itu disergap ketika mencoba untuk memasang bom.

Juru bicara militer, seperti dikutip MINA dari Safa menyatakan, kelompok yang terdiri dari empat orang itu mencoba untuk menempatkan bom di dekat pagar perbatasan dengan Golan.

Pasukan pendudukan langsung melakukan sergapan dan menggunakan drone di titik tersebut.

Juru bicara menambahkan, ada korban di pihak kelompok bersenjata. Peristiwa itu membuat pasukan pendudukan meningkatkan keadaan siaga dalam persiapan untuk keadaan darurat.

Dataran Tinggi Golan tadinya merupakan wilayah Suriah, tetapi direbut Israel pada tahun 1967 dalam Perang Enam Hari. Pada awal Perang Yom Kippur 1973, Suriah berhasil merebutnya kembali, tetapi serangan balik Israel berhasil mengusir Suriah dari sebagian besar Dataran Tinggi Golan.

Di dataran tinggi ini terdapat pula bukit-bukit yang pada Perang Arab-Israel selalu diperebutkan, seperti Bukit Hermon dan Bukit Booster. Kedua bukit ini merupakan pusat pengamatan tentara Israel yang dikenal dengan “Mata Israel”.

Sementara itu, koresponden militer untuk surat kabar Ibrani Yediot Aharonot, melaporkan, pasukan dari unit khusus “Magellan”, yang baru-baru ini dikerahkan ke perbatasan utara itu yang berhasil menyergap kelompok bersenjata.

Tentara pendudukan telah memperkuat pasukannya di sektor-sektor yang berafiliasi dengan Komando Utara, dalam skala terbesar sejak Perang Lebanon Kedua pada Juli 2006, sesuai dengan   laporan situs berita Israel “Wala“, mengutip sumber-sumber militer. Laporan itu mengkonfirmasi pasukan terus siaga, dan pasukan perbatasan diperkuat dengan artileri canggih, unit intelijen, dan pasukan khusus.

Dia menambahkan bahwa bala bantuan datang di bawah perintah langsung dari Menteri Keamanan Israel, Benny Gantz, untuk mencegah “serangan lain” dari pasukan Hizbullah terhadap sasaran-sasaran Israel, mengingat keadaan ketegangan saat ini dan ketakutan Israel pada meningkatnya konflik.

Laporan itu menunjukkan bahwa “meningkatkan tingkat kesiapan dan meningkatkan ukuran pasukan tidak datang dalam konteks persiapan untuk melakukan serangan intens pada sasaran Hizbullah, melainkan kemungkinan pertempuran yang mungkin berlanjut untuk waktu yang lama, dalam konfrontasi dengan Hizbullah.”

Hampir seminggu yang lalu, ketegangan meningkat antara Hizbullah Libanon dan tentara pendudukan di dekat perbatasan utara Palestina yang diduduki, karena Israel takut pada pembalasan Hizbullah atas pembunuhan seorang anggota Hizbullah dalam serangan Israel ke Damaskus. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)