Militer Sudan Kudeta, Sejumlah Kebijakan Darurat Diberlakukan

Warga Sudan di ibu kota Khartoum merayakan lengsernya Presiden Omar Al-Bashir, Kamis, 11 April 2019. (Foto: MINA)

Khartoum, MINA – Militer Sudan melakukan kudeta terhadap Presiden Sudan Omar Al-Bashir pada Kamis (11/4) dan mengumumkan sejumlah kebijakan darurat yang segera diberlakukan.

Sumber MINA di Khartoum melaporkan, Militer Nasional Sudan secara resmi mengumumkan melalui televisi nasional diberlakukannya jam malam selama sebulan.

Larangan keluar malam berlaku dari jam 10 malam hingga jam 4 pagi waktu Sudan.

Diumumkan pula, semua jalur penerbangan dari dalam dan luar negeri ditutup selama 24 jam.

Militer yang kini berkuasa sementara, melepas seluruh tahanan politik dan memberlakukan genjatan senjata secara menyeluruh di seluruh Sudan.

Militer juga mengamankan “transisi damai kekuasaan” serta mengamankan unit-unit militer, fasilitas umum, lelabuhan, dan lalu-lintas udara, termasuk membubarkan Parlemen , Pemerintahan Pusat, Pemerintahan Provinsi, dan Majelis Kementerian.

Namun, Asiosiasi Profesi Sudan yang menjadi pemain kunci demonstrasi besar-besaran selama beberapa bulan terakhir menuntut turunnya Bashir, Menolak pernyataan Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata Sudan.

Mereka mengancam akan terus melakukan demo hingga kepemimpinan transisi diberikan kepada sipil.

Penolakan itu memungkinkan situasi keamanan di Ibu Kota masih akan memanas di hari-hari berikutnya. (L/RI-1/K03/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)