Minat Investasi Kapal Transportasi Gas, Investor Korsel Alokasikan Rp 1 Triliun

­

Foto : Dok. BKPM
Foto : Dok. BKPM

Jakarta, 5 Jumadil Akhir 1437/ 14 Maret 2016 (MINA) –  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, investor asal Korea Selatan kembali menyampaikan minat investasi di Indonesia. Kali ini investor membidik sektor perkapalan dengan menyampaikan minat investasi sebesar US$ 80 juta (setara dengan Rp 1 triliun dengan kurs dolar AS Rp 12.500) untuk menyediakan dua kapal transportasi gas.

“Saat ini tidak hanya besarnya investasi saja yang dicari, tapi adanya nilai tambah bagi Indonesia. Melalui minat investasi tersebut, menunjukkan adanya peluang yang cukup besar dan berkelanjutan di industri transportasi laut. Investor juga menyinggung program Presiden tentang tol laut yang akan memberikan dampak positif bagi Indonesia. Selain itu, terbuka peluang untuk pembangunan terminal gas sebagai storage,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin (14/3).

Franky Sibarani mengatakan, minat investor Korea Selatan terutama dalam bidang usaha transportasi laut. Untuk merealisasikan minat ini investor akan mengirimkan dua kapal pengangkut komoditas gas bumi dan terbukanya peluang untuk pembangunan terminal gas sebagai storage.

 “Investasi dari Korea Selatan selama lima tahun terakhir selalu berada di peringkat lima teratas, sehingga menjadikan negara itu sebagai salah satu sumber utama investasi di Indonesia. Sementara dari sisi komitmen investasi dari Korea Selatan sepanjang tahun lalu, BKPM mencatat sebesar US$ 4,8 miliar dengan pertumbuhan mencapai 86% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” katanya.

Sementara Pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM (IIPC) di Seoul, Imam Soejoedi menyatakan, minat investasi ini merupakan hasil proactive marketing IIPC Seoul  dengan mendatangi beberapa perusahaan yang menjadi target investor.

“Pada 2015 lalu, kami bertemu langsung dengan beberapa perusahaan yang menjadi target investor, yaitu perusahaan besar yang dapat memberikan nilai lebih bagi Indonesia untuk menanamkan modalnya di lima sektor prioritas. Kami menjalankan strategi pro-active marketing dan clearing house agent,” kata  Imam.

Menurutnya, Korea Selatan termasuk dalam sembilan negara prioritas investasi selain Tiongkok, Taiwan, Timur Tengah, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Australia dan Inggris. Investasi yang masuk dari Korea Selatan tahun 2015 mencapai US$ 1,2 miliar tumbuh sebesar 7,6% dari periode yang sama tahun 2014.

Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka US$ 8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45%.

Korea Selatan juga merupakan salah satu negara yang aktif berinvestasi di Indonesia. Realisasi investasi Korea Selatan selama tahun 2015 tercatat mencapai Rp 15,1 triliun terdiri dari 2.329 proyek.  Sedangkan sejak 2010-2015, investasi yang telah direalisasikan mencapai angka Rp 79,6 triliun. (L/P010/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)