Minimarket Kita Mart Model Ideal Sharing Ekonomi

Ketua Majelis Talim Wirausaha (MTW) Valentino Dinsi (kiri)

Jakarta, 18 Sya’ban 1438/1 Mei 2017 (MINA) – Ketua Majelis Taklim Wirausaha (MTW) Valentino Dinsi mengatakan minimarket Kita Mart Bojongkulur model ideal yang disebut sharing ekonomi ini menjadi trend global, karena adanya keterlibatan umat untuk berjamaah dan hasilnya pun dibagi sama-sama.

“Jadi, memang model yang ideal minimarket Kita Mart di Bojongkulur disebut sharing ekonomi dan menjadi trand global saat ini,” kata Valentino di Masjid Assyifa, Bogor, Ahad (14/5).

Ia mengatakan satu hal yang menjadi kekuatan kita adalah ummat. Ummat yang besar sebagai kekuatan purchasing power parity (kekuatan daya beli) itu yang harus kita jaga.

“Terbukti ketika ummat serentak teriak ”Boikot Sari Roti”, maka Sari Roti pun bangkrut. Masalahnya kita tidak memiliki solusi alternatif sebagai pengganti Sari Roti,” ujar Valentino.

Menurutnya, apabila saat itu ummat memilik substisusi pengganti Sari Roti, maka bisa dipastikan merek roti milik ummat akan tumbuh besar. Meski ummat tidak boleh terus-menerus menjadi objek ekonomi, target produsen yang hanya memperkaya segelintir orang saja dan agar kekayaan tidak beredar hanya dikalangan orang tertentu.

“Untuk itu, ummat perlu dilibatkan tidak hanya sebagai konsumen tapi juga produsen, bahkan sekaligus pemilik. Maka, Kita Mart hadir di tengah ummat. Dan itulah inti dari sharing economy yang menjadi inti dari ekonomi syariah,” terang Valentino.

“Sharing ekonomi merupakan inti daripada ekonomi syariah cuma hanya orang barat mempopulerkan dengan istilah sharing ekonomi sebagaimana dalam al-quran menjelaskan ”Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan” al-Maidah ayat 2,” jelas Valentino. (L/R03/RS3)

Miraj Islamic News Agency (MINA)