AS MINTA ARAB PERLUAS SERANGAN KE HOUTHI YAMAN

Kapal induk Pembawa Grup Serangan Udara Theodore Roosevelt (TRCSG) AS. (Foto: U.S. Navy/Mate Airman Eben Boothby)
Kapal Induk AS Theodore Roosevelt (U.S. Navy/Mate Airman Eben Boothby)

Shana’a, 25 Jumadil Akhir 1436/14 April 2015 (MINA) – Amerika Serikat  meminta koalisi Arab Saudi untuk memperluas serangan ke Yaman, dengan menargetkan kelompok bersenjata Houthi.

Untuk mendukung itu, kapal induk AS, Theodore Roosevelt mengadakan operasi di perairan Yaman guna melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang melewatinya, karena dikhawatirkan membawa senjata ke Yaman.

“Pemeriksaan terkait kekhawatiran tentang misi koalisi yang dipimpin Saudi,” Yemen Online memberitakan pada Senin (13/4).

Komandan kapal induk Kapten Daniel C. Grieco mengatakan, kehadiran AS untuk mendukung keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, yang merupakan kunci bagi perekonomian global.

Pada 1 April, AS menghentikan sebuah kapal barang berbendera Panama, yang diduga membawa senjata Iran untuk Houthi. Namun penggeledahan tidak menemukan senjata apapun.

Yemen Online media independen yang didirikan oleh para wartawan dan aktivis HAM tahun 2006 menyebutkan, pada sisi lainnya para pejabat AS kini khawatir meningkatnya jumlah korban di kalangan sipil akan melemahkan dukungan rakyat Yaman dan negara-negara Arab lainnya untuk program kampanye serangan koalisi.

Pejabat PBB seperti diberitakan Wall Street Journal pada Senin (13/4) melaporkan, setidaknya 648 warga sipil telah tewas sejak serangan dimulai. Serangan juga diberitakan telah menghantam beberapa fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, kamp pengungsi dan perumahan warga.

Sementara itu, Saudi telah menyalahkan pemberontak Houthi beserta kelompok pendukungnya, atas jatuhnya ratusan korban sipil.

“Pasukan telah melakukan yang terbaik untuk membatasi pemberontak,” ujar pejabat Saudi.

Media pemantau kawasan Teluk Al-Khalijiyyah melaporkan, menurut pejabat AS dan Saudi, misi serangan militer adalah untuk menurunkan kemampuan militer Houthi, serta untuk mengembalikan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi berkuasa kembali di pemerintahan Yaman.

Para pejabat Saudi mengatakan kepada pejabat Amerika dalam diskusi, bahwa koalisi Arab ingin serangan udara menjadi penentu dan tidak ingin mengambil setengah-setengah.

Saudi yakin, Houthi akan menggunakan jeda untuk berkoordinasi kembali dan melakukan serangan balasan. Sebab Yaman memiliki ikatan kesukuan yang sangat kuat, ujar pejabat.

Media Al-Khalijiyyah juga menyebutkan, atas kekhawatiran itu, AS meminta koalisi Saudi untuk lebih fokus menghentikan Houthi dan pada akhirnya penyelesaian negosiasi ke meja perundingan.

Kampanye perang Yaman telah membuat salah satu negara termiskin di dunia tersebut menjadi pusat pertarungan regional, dengan pertaruhan tinggi bagi pemerintahan Obama.

Dalam sessi diskusi intelejen AS, perang di Yaman disebut bisa berlangsung dalam waktu satu tahun atau lebih. (T/P4/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0