Misi Dagang Indonesia di UEA Raih Transaksi Rp 2,56 Triliun

Foto: KBRI Abu Dhabi

Dubai, MINA – Misi Dagang Indonesia di Uni Emirat Arab (UEA) meraih transaksi senilai USD 180 juta atau sekitar Rp. 2,56 triliun dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) ekspor produk perhiasan.

Menurut keterangan pers Kedutaan Besar RI (KBRI) Abu Dhabi yang diterima MINA pada Selasa (9/11), Nota Kesepahaman tersebut untuk pembelian produk perhiasan yang ditandatangani oleh empat produsen Indonesia dan empat pembeli dari UEA.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan dalam Indonesia-UAE Business Forum yang diselenggarakan di Creek City Center, Dubai pada Ahad (7/11) atas kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan RI dan KBRI Abu Dhabi.

Indonesia-UAE Business Forum tersebut dihadiri oleh Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhy Lukman, Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), Eddy Yahya, Chairman of Dubai Gold and Jewellery Group, Tawhid Mohammad Taher Abdulla Al Mohtadi, serta sejumlah eksportir dan importir produk perhiasan dan makanan minuman dari Indonesia dan UEA. Dari Indonesia, setidaknya pengusaha makanan dan minuman, serta empat pengusaha perhiasan turut hadir.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra bisnis, pembeli dan importir produk perhiasan dan produk makanan minuman di UEA yang sampai saat ini masih setia untuk membeli produk Indonesia.

“Hal yang patut menjadi catatan adalah bahwa dalam 18 bulan terakhir, di tengah situasi sulit pandemi ketika banyak hubungan kerja sama antar-negara menurun, tapi kerja sama Indonesia dan UEA justru meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi bukti kuatnya hubungan kedua negara”, ujar Husin Bagis.

Husin Bagis juga berharap para pelaku usaha yang hadir dalam Business Forum dapat mengeksplorasi produk-produk potensial dari Indonesia lainnya demi terjalin hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. (R/RE1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)