Misteri Burung Terbang di Atas Ka’bah tak Terkait COVID-19

Abha, Mina – Dalam rilis berita laman Saudinesia pekan lalu, medianya membantah ada keterkaitan antara sekelompok burung yang terbang di atas Ka’bah dengan isu virus corona (COVID-19).

“Jika memang semua dikait-kaitkan dengan wabah corona di dunia, maka banyak sekali kejadian lain yang bisa ditafsirkan serupa. Seharusnya, pertanda kebaikan akan tampak dengan doa dan usaha. Bukan dengan mengaitkan apa yang dilihat,” tulis Saudinesia pada Senin (16/3), demikian dikutip oleh MINA, Ahad (22/3).

Menurutnya, berawal dari unggahan video warga Arab Saudi di WhatsApp Group yang menunjukkan penampakan burung-burung yang terbang di atas Ka’bah dan seolah-olah sedang tawaf pada 12 Maret lalu. Tidak lama setelahnya, video itu viral hingga ke Indonesia dan diulas oleh beberapa portal berita online.

Bagi warga Saudi, tulis Saudinesia, baik awam maupun yang berilmu (agama), kejadian burung tersebut tidak mengundang reaksi berlebih.

Fenomena tersebut tidak ada yang istimewa, kecuali burung yang terbang beberapa kali memutari Ka’bah di saat mathof,  tempat melaksanakan tawaf sedang disterilisasi untuk mencegah tersebarnya virus corona.

Namun yang disayangkan, kata Saudinesia, bila ada ulasan yang menggiring kepada khurafat atau thiyarah, yaitu berita yang dibumbui dengan kedustaan atau menganggap sial atas apa yang dilihat, didengar, atau diketahui.

Sementara itu, sebagian netizen berpendapat bahwa saat ini telah memasuki musim semi. Jadi burung-burung tersebut sedang bermigrasi dari utara menuju selatan untuk mencari tempat yang hangat, tujuannya untuk mencari makanan. Ketika melewati area Masjidil Haram, mereka tertarik dengan cahaya lampu yang terang, sehingga berputar beberapa kali kemudian menghilang.

Di Arab Saudi, kawanan burung di setiap kota mudah didapati, terutama di pesisir pantai, bukan hanya merpati, tetapi juga burung laut yang terkadang terlihat melakukan “pawai” di permukiman penduduk atau jalan. Tetapi belum pernah ada yang mengaitkan hal serupa dengan perkara ghaib. (T/RS5/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)