MPR RI: ICMI HARUS SERIUS BANGUN UMAT MENJADI LEBIH MAJU

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (Foto: Nidiya/MINA)
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (Foto: Nidiya/MINA)

Mataram, 29 Safar 1437/11 Desember 2015 (MINA) – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam milad ke-25 nya diharapkan lebih serius membangun umat menjadi lebih maju.

“ICMI harus serius dalam membangun umat untuk menjadi lebih maju, jangan sampai umat Islam tertinggal jauh dari yang lain,” demikian disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Zulkifli Hasan saat menyampaikan pidatonya di acara Mukatamar VI dan Milad ke-25 ICMI di NTB, Jumat (11/12).

Zulkifli Hasan menjelaskan, ada tiga tantangan penting yang harus dihadapi untuk mewujudkan itu semua, yaitu tantangan ilmu pengetahuan, ekonomi dan kekuasaan.

“Tiga tantangan tersebut tidak dapat diminta, melainkan harus direbut. Dengan demikian Islam harus bersatu untuk mewujudkannya,” ujar Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat itu.

Selain itu Zulkifli mengatakan, ICMI harus sungguh-sungguh memberikan pemikiran-pemikiran jernih dan cerdik untuk kemajuan bangsa dan negara yang lebih baik.

Ia berharap, muktamar ini tidak hanya membahas mengenai pergantian kepengurusan di dalam ICMI sendiri, melainkan membahas tentang pemikiran-pemikiran yang dapat memajukan bangsa.

Muktamar kali ini bertema “Membangun Indonesia Bermartabat”. Acara ini dilaksanakan di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB.

Muktamar diadakan selama tiga hari dan dilaksanakan di dua tempat yaitu di Hotel Lombok Raya dan Auditorium Universitas Mataram (UNRAM).

Muktamar merupakan forum tertinggi organisasi tingkat nasional yang dilaksanakan lima tahun sekali yang menjadi penentu kebijakan organisasi ICMI.

Peserta Muktamar VI 2015 ini terdiri dari pengurus pusat (Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pakar dan Majelis Pengurus Pusat), Badan Otonom Tingkat Nasional, Pengurus Organisasi Wilayah (Orwil) dalam dan luar negeri, Pengurus Organisasi Daerah (Orda) se-Indonesia, Pengurus Organisasi Satuan (Orsat) se-Indonesia dan para undangan khusus.(L/P008/P006/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0