Muflihuddin: Santri Al-Fatah Juga Harus Paham Sejarah Indonesia

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Mudirus Shuffah Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Muflihuddin, Lc., mengatakan seluruh santri Al-Fatah tidak hanya harus paham sejarah Islam secara umum, tetapi juga harus paham sejarah nasional Indonesia.

“Salah satunya adalah mengenal apa dan siapa itu PKI dan track recordnya di Indonesia dan dunia,” ujarnya saat pembukaan acara Nonton Bareng film G30S/Partai Komunis Indonesia (PKI) yang diadakan di Masjid An-Nubuwwah, Al-Muhajirun, Negararatu, Natar,  Rabu malam (30/9).

Ia juga mengatakan setiap org beriman wajib belajar sejarah yang benar,  1/3 Al-Qur’an berisi sejarah, dan sejarah pasti berulang.

“Sejarah memang ada yang putih dan hitam. Sejarah putih (kemenangan perang, kemajuan peradaban dan lainnya), harus dijadikan acuan oleh setiap mu’min untuk meraih hal yang sama di masa mereka masing-masing, tidak boleh hanya sekedar menjadi kenangan indah sehingga terbuai dan tak pernah berbuat apa-apa,” jelasnya.

Jika sejarah itu hitam, lanjutnya, berarti kekalahan, penindasan, kemunduran dan lainnya, harus dijadikan pelajaran dan peringatan bagi tiap mu’min agar jangan mengalami hal yang sama.

Menurutnya, musuh Islam ingin selalu melupakan sejarah mereka, sebab semua sejarah mereka buruk, penuh kesyirikan, kekufuran, kebodohan (jahiliyah), ketrbelakangan dan kegelapan.

“Kalaupun ada kemenangan, itupun buruk untuk diceritakan, sebab orang lain akan tahu jika mereka kejam, bengis, sadis, pengkhianat, tidak berperikemanusiaan, gila dan lain lain,” tegasnya.

Oleh karena itu, mereka ingin selalu melupakan sejarah dan tidak mau melihat orang lain membaca sejarah mereka yang sebenarnya, termasuk tidak suka jika film G30S/PKI ditayangkan lagi.

Acara nobar yang diadakan tiap tahun ini diikuti lebih dari 1.000 santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta asatidz (guru-guru) dan tetap mematuhi protokol kesehatan. (L/cha/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)