Mufti Al-Quds Peringatkan Akan Ada Serangan Ekstrimis Yahudi ke Al-Aqsa

Kota Al-Quds, MINA – Mufti Kota Al-Quds (Yerusalem), Syaikh Mohammad Hussein, Senin (6/9), memperingatkan seruan kelompok-kelompok ekstremis Yahudi pada pengikut mereka untuk melakukan penyerangan ke Masjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem selama perayaan hari raya Yahudi yang akan datang.

Tokoh tertinggi Islam di Palestina itu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan Kantor Berita WAFA, seruan Yahudi untuk hadir dalam jumlah besar di kompleks Al-Aqsa, dalam beberapa pekan mendatang adalah eskalasi berbahaya bertujuan mengubah status quo tempat suci sebagai tempat ibadah khusus Muslim.

“Seruan ini datang dalam konteks kampanye panik yang dipimpin oleh pemerintah pendudukan Israel untuk melakukan Yahudisasi kota suci seperti yang direncanakan,” kata Syaikh Hussein.

Dia menekankan, apa yang dihadapi kota Yerusalem bertujuan untuk melakukan Yahudisasi sepenuhnya, membagi Masjid Suci Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam, secara waktu dan tempat.

Selain itu, lanjut Mufti Al-Quds, rezim Zionis itu juga ingin mengubah fitur kota Arab dan Islam, dan menciptakan fakta baru yang mencegah orang Arab dan Muslim mencapainya.

Dia menyerukan umat Islam di tanah suci itu untuk hadir sepanjang waktu di Masjid Al-Aqsa guna memblokir upaya orang-orang ekstrimis Yahudi untuk menodai dan mengubah statusnya.

“Kepada umat Muslim di seluruh dunia untuk melakukan apa yang mereka bisa guna melindungi Masjid Al-Aqsa dan Yerusalem dari upaya mengubah status mereka,” serunya.

Organisasi ekstremis Yahudi berupaya ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu, di kompleks Al-Haram Al-Sharif, atau tempat suci yang bertembok, dan diganti dengan kuil Yahudi.

Mereka memanfaatkan perayaan hari raya Yahudi untuk mendesak pengikut mereka hadir di kompleks suci Muslim dalam upaya untuk mengubah statusnya saat ini dan akhirnya mengambil alih sepenuhnya.

Polisi Israel secara teratur memberikan perlindungan saat mereka mengawal para ekstrimis Yahudi dalam perjalanan mereka ke kompleks suci.

Sementara warga Palestina, termasuk pegawai dan penjaga Masjid, yang keberatan dengan perilaku ekstrimis  jika mereka melanggar aturan kunjungan, ditahan atau diperintahkan untuk menjauh dari kompleks selama beberapa pekan dan bulan. (T/R1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)