Mufti Malaysia: Sabarlah Saudaraku Rohingya

Oleh: Datuk Dr. Zulkifli Mohamad Al-Bakri, Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia

Pembantaian dan kekejaman terhadap Rohingya di Myanmar sebenarnya bukan pertama kalinya di tahun ini, namun telah berlangsung terlalu lama. Demi menyelamatkan nyawa daripada tangan-tangan yang kejam, etnis Muslim Rohingya sanggup melarikan diri walaupun terpaksa menerjang ombak lautan berpekan-pekan lamanya. Keadaan itu terpaksa dilalui rakyat dari wilayah Arakan, Myanmar karena komunitas tersebut semakin terhimpit di bumi sendiri.

Mendengar dan melihat sebagian rekaman siksaan dan penderitaan tidak terperi yang dihadapi, begitu menyentuh hati ini. Berat mata memandang, berat lagi bahu dan jiwa yang memikulnya. Kami mengiringi doa untuk kalian dan bantuan seadanya. Ketabahan dan kesabaran yang terpahat dalam jiwa dan sanubarimu adalah ramuan terbaik dalam menghadapi liku-liku kehidupan yang menantang ini.

Hanya tetesan air mata yang mengalir di pipi kami. Semoga Allah ampunkan kami, serta menghilangkan kabut dan gerhana kezaliman dalam hidupmu. Sesungguhnya, kami merasa amat berdukacita atas ujian yang menimpamu, saudaraku. Benarlah firman-Nya,

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

“Dan mereka tidak marah dan menyiksa orang-orang yang beriman itu melainkan karena orang-orang itu beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Terpuji!” [QS. Al-Buruj: 8]

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Riwayat Al-Bukhari, no. 13)

Mereka menginginkan keamanan, kedamaian dan ketenteraman. Itu juga yang kita inginkan dalam kehidupan kita di sini. Maka, itulah yang wajar kita sadari dan hayati bersama. Seorang Mukmin dengan Mukmin yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.

اللهم انصر الاسلام والمسلمين

“Ya Allah Ya Tuhan Kami, menangkanlah Islam dan orang-orang Islam.”

Bagaimana pun, kesedihan kita ini tidak wajar berkelanjutan tanpa berbagai tindakan proaktif bagi menghadapi tragedi ini. Berterusan dalam kesedihan tetapi tidak melakukan apa-apa juga menyumbang kepada kemelaratan penyiksaan terhadap mereka. Begitu juga luahan demi luahan di media sosial tanpa usaha susulan. Antara jalan dan cara yang dapat kita hulurkan bantuan buat saudara Rohingya adalah:

  1. Menggalang dana khusus untuk Muslim Rohingya atau terus berdonasi melalui NGO yang terlibat.
  2. Masjid di seluruh Malaysia dapat menggunakan dana infaq pada hari Jum’at untuk menyumbangkan bantuan kemanusiaan terus menerus kepada mereka dan mengusahakan kampanye kesadaran secara besar-besaran.
  3. Majelis Agama atau Baitul Mal juga boleh dijadikan sebagai tempat pengumpulan dana dan pendistribusian bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Muslim Rohingya.

Kami menghargai himbauan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke atas Myanmar yang disuarakan melalui sekretaris jenderalnya, Dr. Yousef A. Al-Othaimeen seperti yang dinyatakan di laman web resmi OKI (Lihat di sini). Namun, perlu disambut dengan penuh kesatuan disusuli tindakan cepat oleh negara-negara Islam di seluruh dunia.

Persyerikatan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) juga perlu lebih proaktif dalam menangani tragedi yang jelas sudah melanggar dan mencabuli hak asasi manusia terhadap komunitas Muslim Rohingya. Ingatlah bahwa tragedi ini bukan lagi semata-mata berkaitan agama bahkan, sebagai isu global tanpa mengira agama, bangsa dan negara.

Tidak wajar bagi rakyat Malaysia yang punya hati dan perasaan kemanusiaan, terus menerus diam dan hanya menyaksikan kezaliman seperti ini dengan pandangan yang kosong.

Akhir kalam, tulus jauh daripada hati kami, ingin kami lafazkan, “Maafkan kami, Rohingya.”

Akhukum fillah,

Datuk Dr. Zulkifli Mohamad Al-Bakri

Mufti Wilayah Persekutuan

 

(R05/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Sumber: Bayan Linnas Seri Ke-79 Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia