Muhammadiyah Luncurkan Platform Digital Mobilisasi Sumber Daya ‘Comma’

Peluncuran program digital Comma (Collaborative Muhammadiyah) di Aula Lantai 6 Masjid Attanwir Jakarta, Sabtu (9/12/2023).(Foto: Rana/MINA)

Jakarta, MINA – melangkah ke ranah mobilisasi sumber daya inovatif dengan peluncuran program digital (Collaborative Muhammadiyah), platform penggalangan dana dan mengoptimalkan alat-alat teknologi digital yang meningkatkan mobilisasi sumber daya.

Peluncuran program Comma sebagai inovasi dalam memobilisasi sumber daya dengan tujuan merevolusi cara mobilisasi sumber daya dengan memanfaatkan teknologi guna jangkauan yang lebih luas dan dampak yang lebih besar.

Program yang diinisiasi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini diluncurkan langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, di Aula Lantai 6 Masjid Attanwir Jakarta pada Sabtu (9/12).

“Sebagai sebuah gerakan sosial, Muhammadiyah adalah gerakan yang punya kepedulian yang sangat tinggi untuk bagaimana kita senantiasa senang dalam berbagi. Pada sisi inilah gerakan ini sangat penting, karena menjadi pembeda dengan gerakan Islam berkemajuan lainnya dalam bagaimana kita menghimpun dana. Nah, Comma ini adalah sebuah gerakan yang sebenarnya menjadi trademark rekan-rekan MPKS dalam menghimpun dana,” kata Abdul Mu’ti.

Dia berharap dengan adanya gerakan Comma ini bisa berbagi dengan sebanyak mungkin anak-anak dan bahkan orang baru lahir hingga orang meninggal.

Acara Peluncuran Program Comma dihadiri lebih dari 120 peserta, termasuk pengurus MPKS PP Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Aisyiyah DKI Jakarta, Pimpinan Daerah, Muhammadiyah, beberapa pengusaha muda, beberapa rektor Universitas Muhammadiyah, dan Aumsos Sejabodetabek, serta perwakilan media.

Ketua MPKS PP Muhammadiyah Dr. Mariman Darto, SE., M.Si, dalam pidatonya menyampaikan sebuah data menarik, di mana hanya ada 20% anak asuh di dalam Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) adalah Yatim Piatu.

“Artinya sebanyak 8.911 ribu anak adalah yatim, piatu dan yatim piatu atau YAPI. Data ini belum termasuk dengan dhuafa yang ada di LKSA,” ungkap Mariman dalam sambutannya.

Dia juga mengungkapkan data menarik lainnya terkait kebutuhan pembiayaan dasar yang dilakukan Muhammadiyah di LKSA sekitar 2-3 juta per-anak perbulan, yang artinya total biaya kebutuhan dasar sebanyak Rp1,6 Triliun per anak pertahun.

“Inilah kenapa kehadiran program ini sangat penting,” ujar Mariman.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S M.Kes dalam pidato sambutannya, mengungkapkan, Muhammadiyah yang sudah satu abad lebih ini harus ada inovasi-inovasi baru dalam pelayanan sosialnya.

“Maka MPKS sebagai pelayanan sosial Muhammadiyah harus melakukan sebuah inovasi dan Alhamdulilah nya hari ini muncul gerakan Comma,” ungkapnya.

Program Comma ini didemonstrasikan langsung oleh Co-Founder dan Presiden yang juga merupakan Wakil Ketua MPKS dan salah satu inisiator program Comma, Alfatih Timur.

Dalam demonstrasinya Alfatih Timur yang sering dipanggil Timy menyampaikan rasa terimakasih karena telah dipercaya di Muhammadiyah.

Timy juga menyampaikan, Comma merupakan platform penggalangan dana dan komitmen kitabisa 100 persen akan disalurkan ke Comma.

Dia menjelaskan, ide Comma ini awalnya sederhana, key performance indikatornya mengumpulkan sumberdaya sebesar-besarnya untuk mencoba berkontribusi atas masalah yang ada. Comma dibuat sebagai platform penggalangan dana untuk program anak asuh dan program MPKS secara umum.

“Comma menjadi rumahnya dan pintunya bisa darimana saja, khusus kitabisa komitmen kita 100 persen akan disalurkan ke comma,” pungkasnya.

Program Comma ini menggandeng platform penggalangan dana online kitabisa.

Fitur kunci dari program Comma melibatkan Fitur Otomatis yang memungkinkan debet otomatis untuk donasi ke halaman penggalangan dana tertentu, meningkatkan tingkat retensi donatur.

Selain itu juga fitur kabar terbaru yang menyediakan pembaruan tentang penyaluran dana hasil donasi, memastikan transparansi dalam penggunaan dana untuk inisiatif sosial MPKS.

Dengan mengadopsi fitur-fitur ini dan berkolaborasi dengan Kitabisa, Comma bertujuan untuk menjelajahi dan mengoptimalkan alat-alat yang meningkatkan mobilisasi sumber daya, memberdayakan MPKS untuk mencapai jangkauan yang lebih luas dan dampak yang lebih besar.

Peluncuran Comma dimeriahkan dengan pertunjukan tari dan musik yang memukau dari berbagai Aumsos di wilayah Sejabodetabek. Hadir juga artis ibukota dalam mendukung program Comma, yakni Ridwan Abdul Ghany dan Adhitya Putri yang menyampaikan apresiasi untuk Muhammadiyah dalam membangun gerakan sosial berkemajuan.(L/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)