MUI Adakan Sidang Bahas Memperkuat Kemandirian Ekonomi Umat

Jakarta, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Dr. Lukmanul Hakim mengungkapkan bahwa ekonomi sebenarnya merupakan motor penggerak yang berperan strategis dalam pembangunan bangsa.

Hal itu disampaikan dalam saat membuka kegiatan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI yang menyelenggarakan Sidang Tahunan Ekonomi Umat tema “Memperkuat Kemandirian Ekonomi Umat melalui Kemitraan Strategis dalam Bingkai NKRI” pada 25-27 Maret 2019 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta dengan.

Menurutnya, saat ini Muslim di Indonesia mulai menyadari besarnya kaitan peningkatkan ekonomi Indonesia dengan kewirausahaan.

“Kita perlu belajar lebih dalam mengenai hal ini. Selain itu, yang juga tak kalah penting dalam hal ini adalah kemitraan,” jelas Lukmanul Hakim, Selasa (26/3).

Di samping itu, Dr. H. Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI juga menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia saat ini layaknya piramida. Artinya, golongan atas hanya berjumlah sedikit, menengah sedang, dan bawah banyak.

Ia mengatakan, ini bukanlah bentuk yang ideal dalam suatu negara. Seperti yang dikatakan B. J. Habibie, masyarakat ideal dalam suatu negara terdiri dari 2 persen golongan atas, 95 persen golongan menengah, dan 3 persen golongan bawah.

“Salah satu hal yang bisa mewujudkan hal ini adalah mengubah persepsi anak muda dari pencari kerja menjadi pembuat lapangan kerja,” jelas Anwar Abbas.

Dalam acara ini MUI juga menganugerahkan Arus Baru Ekonomi Indonesia (ABEI) Award dengan kategori Perusahaan Mitra Ekonomi Umat, Lembaga Filantropi Peduli Umat, Pondok Pesantren Penggerak Ekonomi Umat, Koperasi Ekonomi Umat, serta Lembaga Pendorong Pelaku Ekonomi Umat. Mereka antara lain Medco, Wardah, Sinar Mas, Mayora, Indofood, Dompet Dhuafa, LAZISMU,  LAZISNU, pondok  pesantren Rhiyadul Jannah (Jatim), pondok pesantren Al-Ittifaq (Bandung), serta BMT Sidogiri (Jatim). (R/R10/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)