MUI: Atasi Teroris Tidak Cukup Di Sektor Hilir

Jakarta, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi mengatakan, dalam menanggulangi masalah teroris tidak cukup di sektor hilir, melainkan juga ke hulu.

“Teroris itu tidak bisa dihadapi hanya di sektor hilir. Jadi apa yang dilakukan oleh polisi, oleh BNPT dengan program deradikalisasi segala macam itu semuanya di sektor hilir. Dan kita melihat dana APBN banyak dana itu mengalir ke sektor hilir. Untuk menangkap dan sebagainya. Padahal sebenarnya untuk menangkalnya tidak hanya dari sektor hilir. Tapi juga di sektor hulu, tadi misalnya undang-undang anti teroris, itu salah satu contoh,” katanya di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Ia mengistilahkan pelaku teroris (hilir) bagaikan sungai, sementara hulu itu sumber. Air tidak mengalir jika hulunya ditutup.

“Jadi jika kita sibuk di hilir sedangkan di sumbernya tidak diapa-apakan, tidak ada afirmasi action, tidak ada kebijakan yang memihak di sektor hulu, ya berat,” ujarnya.

Ia mengemukakan, dalam hal ini pemihakan politik kebijakan keuangan di sektor hulu itu harus lebih dipihaki, harus ada anggaran di APBN untuk sektor hulu, bagaimana terkait pengendalian teroris itu harus diberikan pemihakan.

Lebih lanjut ia mengatakan, harus diberikan pendekatan terhadap ajaran-ajaran yang punya kecenderungan bertentangan  dengan NKRI yang kompatibel dengan ajaran agamanya.

“Pendekatan yang secara damai, secara bagus, karena kita yang beda ajarannya, ada yang keras, ada yang wasathiyah, harusnya diintensifkan dialog dan itu tidak ada dana dari negara. MUI ingin mengajak itu  kepada yang lain, bagaimana kita melakukan dialog-dialog intensif, namun tidak ada dananya itu. Jadi semua dana ke hilir,” tambahnya.

Terkait hal ini, MUI sudah sering mengajak, agar pemerintah mengadakan anggaran di sektor hulu, supaya Muhammadiyah, NU dan organisasi besar lainnya bisa berdialog dengan orang-orang yang cenderung keras itu. Karena dengan cara itu kita bisa melakukan penyadaran secara bersama-sama. (L/R10/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0